180 Ekor Tukik Dilepasliarkan di Pantai Jogosimo
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 14 Agu 2020
- visibility 2.109
- comment 0 komentar

Wabup Kebumen Arif Sugiyanto melepasliarkan tukik di Pantai Jogosimo. (Foto: Istimewa)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 180 ekor anak penyu atau tukik hasil kegiatan konservasi penyu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gajah Gunung, Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Kebumen, dilepasliarkan di pantai desa setempat, Jumat 14 Agustus 2020.
Sebelum tukik dilepasliarkan, terlebih dahulu telah melalui proses penetasan dan penangkaran. Pada tahap ini baru 180 tukik jenis Lekang (Lepidochelys Olivacea) yang sudah menetas dan siap dilepasliarkan. Selebihnya masih ada ratusan telur yang masih menunggu waktu tetasnya.
150 Cemara Laut Ditanam di Muara Sungai Lukulo
Selain pelepasliaran tukik, kegiatan yang diikuti oleh 250 peserta itu juga digelar penanaman 150 pohon cemara laut di sekitar muara Sungai Lukulo. Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH.
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan bahwa Kebumen dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik berupa keragaman flora fauna, hasil bumi yang beraneka rupa serta kondisi alam yang mendukung pembangunan.
“Mari kita mensyukuri anugerah yang diberikan kepada Kebumen ini dengan menjaga dan melestarikannya bersama-sama,” kata Arif Sugiyanto.
Lingkungan Laut di Kebumen Masih Sehat

Wabup Arif Sugiyanto menunjukkan tukik yang akan dilepasliarkan. (Foto: Istimewa)
Menurut Arif, lingkungan laut di wilayah Kebumen masih cukup sehat, hal itu terbukti dengan masih banyaknya habitat penyu yang hidup dan berkembangbiak di wilayah pantai selatan Kebumen. Tak hanya itu, potensi garam Kebumen juga Denali lebih berkualitas bila dibandingkan dengan potensi garam di daerah lain.
“Kita harus terus berkarya dengan melestarikan lingkungan. Mari bergandengan tangan. Kalau sendiri-sendiri tidak bisa, oleh karena itu kita harus bersama dan Kebumen harus mampu meraih adipura,” tandasnya.
Menjaga Kesinambungan Alam Melalui Konservasi alam
Arif menambahkan, peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesinambungan alam melalui kegiatan konservasi alam memasyarakatkannya dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya masyarakat.
“Diharapkan ke depan masyarakat akan semakin peduli terhadap pentingnya menjaga lingkungan alam dan bisa mewujudkannya dalam kegiatan sehari-hari,” harapnya. (rif)








Saat ini belum ada komentar