Pemkab Kebumen Pastikan Pesan WhatsApp Catut Sekda Edi Rianto Adalah Hoaks dan Penipuan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 44
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Masyarakat Kabupaten Kebumen diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mencatut nama serta foto profil Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto.
Oknum tidak bertanggung jawab menggunakan aplikasi WhatsApp untuk melancarkan aksi pemerasan dengan berbagai modus, mulai dari klaim bantuan tempat ibadah hingga iming-iming promosi jabatan.
Lonjakan pengaduan dari warga dalam satu hingga dua minggu terakhir mendorong Edi Rianto memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan tidak pernah menghubungi warga, pengurus tempat ibadah, maupun aparatur desa secara langsung untuk urusan penganggaran, hibah, ataupun kepegawaian.
Modus Penipuan Bantuan Hibah
Para pelaku menyasar pengurus tempat ibadah atau takmir masjid serta pemerintah desa melalui dua pola utama:
Klaim Kelebihan Transfer Bantuan: Pelaku berpura-pura telah mencairkan dana hibah dari Bagian Kesra Pemkab Kebumen. Mereka berdalih terjadi kelebihan nominal transfer dan meminta korban segera mentransfer balik sisa dana ke rekening tertentu.
Permintaan Uang Muka Pajak: Pelaku meminta korban menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu dengan dalih sebagai biaya pajak pencairan dana bantuan atau Alokasi Dana Desa (ADD).
Menanggapi hal tersebut, Edi Rianto menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara transparan melalui sistem perbankan resmi, yakni Bank Jateng.
“Pajak hanya dibayarkan setelah transfer dari pemerintah diterima oleh pihak penerima manfaat. Selain itu, jika terjadi kekeliruan nominal, sistem Bank Jateng yang akan melakukan pendebitan ulang secara otomatis, bukan warga yang diminta mengembalikan uang secara manual,” ujar Edi, Senin 7 September 2026.
Ia menambahkan, Pemkab Kebumen menyalurkan hibah ke sekitar 200 penerima setiap tahunnya. Secara rasional, tidak mungkin seorang Sekda menghubungi para penerima bantuan satu per satu secara personal.
Modus Jual Beli Jabatan dan Mutasi ASN Fiktif
Selain mengincar dana hibah, pelaku juga memanfaatkan nama Sekda Kebumen untuk menjanjikan kemudahan mutasi atau promosi jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelaku yang kerap berasal dari pihak luar PNS ini meyakinkan korban dengan menggunakan foto profil pejabat daerah pada aplikasi perpesanan.
Edi menegaskan bahwa Pemkab Kebumen menerapkan sistem merit dalam manajemen kepegawaian. Pengangkatan, promosi, dan pemindahan tugas pegawai dilakukan berbasis kinerja serta kebutuhan organisasi secara digital, sehingga mustahil diintervensi oleh oknum tertentu.
Aksi penipuan ini terpantau telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kebumen telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Polres Kebumen untuk menelusuri dan menindak tegas para pelaku.
Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui saluran resmi apabila menerima pesan mencurigakan:
- Bantuan hibah dan tempat ibadah: Menghubungi Bagian Kesra Pemkab Kebumen.
- Alokasi Dana Desa (ADD): Menghubungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades).
- Mutasi dan jabatan ASN: Menghubungi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Sekda Kebumen kembali mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai pesan WhatsApp atau panggilan telepon yang meminta pengiriman uang, serta segera melaporkan indikasi penipuan kepada pihak berwajib. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar