Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerita Horor Sumur Tua Mbah Jat

Cerita Horor Sumur Tua Mbah Jat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 6 Sep 2024
  • visibility 5.728
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

MEDIO 90-an, di kota tempatku tinggal ada sebuah kawasan yang hampir sebagian besar warganya menjadi pemilik kost-kostan. Itu karena di area tempat kami tinggal berada di pusat kota. Dekat dengan banyak perbankan dan perkantoran pemerintah.

Kebetulan juga saat itu baru saja berdiri sebuah pusat perbelanjaan di dekat area kami tinggal. Otomatis banyak karyawannya yang nge-kost dengan memperhitungkan banyak hal. Salah satunya jarak tempuh ke lokasi kerja lebih dekat.

Selain rumahku yang menyewakan kamar kost, tetangga sebelah rumah kami yang kebetulan memiliki banyak kamar kosong juga menyewakan kamarnya untuk kost-kostan.

Baca Juga: Cerita Pendek: Banjir

Rumah tetanggaku ini dihuni sepasang suami istri yang sudah sepuh. Mbah Jat, begitu kami memanggilnya. Mbah Jat kakung, seorang pensiunan. Sedangkan Mbah Jat putri, ibu rumah tangga biasa. Mereka memiliki tujuh orang anak yang saat itu semuanya sudah mentas, bekerja dan tinggal di luar kota. Itulah kenapa banyak kamar yang kosong.

Mbah Jat memiliki sebuah sumur yang airnya hampir tidak pernah kering. Sumur Mbah Jat ini menjadi sumber mata air bagi warga yang saat itu belum semuanya berlangganan PDAM. Mereka saban hari mengandalkan sumur Mbah Jat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci dan keperluan lainnya.

Meski sumur Mbah Jat selalu penuh dengan air, tidak pernah asat, entah mengapa aku merasa takut. Hawa sumur itu terasa menyeramkan. Lembab. Gelap. Padahal mestinya cahaya bisa masuk dengan sempurna mengingat letaknya yang meski menyatu dengan rumah utama namun tidak diberi atap.

Banyak Warga Terpeleset

Area sumur itu rutin dibersihkan. Warga sadar diri dan dengan suka rela membersihkan setiap kali selesai mengambil air di sore hari. Namun lantai sekitar sumur bertegel itu selalu terlihat dan terasa licin.

Banyak warga terpeleset. Mereka mengaku seperti didorong saat sedang mengangkut ember-ember berisi air.

Oya, sumur Mbah Jat tidak bisa diakses warga selepas Ashar.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ground Breaking Lapangan Manunggal Gombong: Disulap jadi Pusat Olahraga dan Ekonomi Kreatif Berbasis Sport Tourism

    Ground Breaking Lapangan Manunggal Gombong: Disulap jadi Pusat Olahraga dan Ekonomi Kreatif Berbasis Sport Tourism

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 946
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Wajah Lapangan Manunggal Gombong dipastikan akan segera berubah menjadi ruang publik yang modern, tertata, dan representatif. Kepastian ini ditandai dengan pelaksanaan ground breaking atau peletakan batu pertama renovasi lapangan oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Jumat 19 Juni 2026. Agenda ini turut dihadiri dan disaksikan oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, […]

  • Catatan Pendakian Tektok Gunung Prau via Dieng (2)

    Catatan Pendakian Tektok Gunung Prau via Dieng (2)

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.089
    • 0Komentar

    Di saat kantuk mulai menyerang dan kami mulai terlelap, kloter ketiga, Naufal dan temannya, akhirnya tiba di basecamp Gunung Prau via Dieng. Beruntung, Fitra masih terjaga dan dengan sigap menemani Naufal untuk melakukan registrasi pendakian. Ramainya suasana basecamp malam itu membuat tidur kami tidak nyenyak. Saya sendiri hanya merasakan tidur “ayam”. Terlebih lagi, menjelang pukul […]

  • BLT Rp 600.000 Kembali Diberikan untuk Buruh Tani dan Petani Tembakau

    BLT Rp 600.000 Kembali Diberikan untuk Buruh Tani dan Petani Tembakau

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.831
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023 diberikan oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Kamis 16 November 2023. Adapun BLT yang diberikan untuk 1.686 buruh tani dan petani tembakau berlangsung di Pendopo Kecamatan Karanggayam. Masing-masing dari mereka menerima Rp600.000 dengan total anggaran Rp1.011.600.000. Baca […]

  • Bantuan PKL

    Terdampak PPKM Darurat, 3.000 PKL di Kebumen Terima Bantuan Rp 750.000

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.053
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para pedagang kaki lima (PKL) yang setiap hari berjualan di Alun-alun Kebumen, Gombong, Karanganyar, Kutowinangun dan Prembun mendapatkan bantuan langsung tunai dari Pemkab Kebumen Kebumen. Total PKL yang menerima BLT sebanyak 3.000 orang PKL menerima bantuan sebesar Rp 750.000. Bantuan antaran mereka menjadi salah satu sektor yang terdampak dengan adanya PPKM darurat. […]

  • Raperda tentang RTRW Belum Selesai Karena Berkaitan dengan LP2B

    Raperda tentang RTRW Belum Selesai Karena Berkaitan dengan LP2B

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.046
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2023, memuat 19 rancangan peraturan daerah (Raperda) di mana 5 raperda merupakan lanjutan yang tidak selesai dibahas pada tahun 2022. Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Kebumen, Bambang Tri Saktiono, mengatakan bahwa sebelum raperda disahkan, harus diharmonisasi ke Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah. […]

  • Uji Motor Listrik Adora ke Pantai Menganti: Sempat Deg-degan Takut Kehabisan Baterai

    Uji Motor Listrik Adora ke Pantai Menganti: Sempat Deg-degan Takut Kehabisan Baterai

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 313
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ini adalah pengalaman pertama saya membawa motor listrik Indomobil Emotor Adora ke Pantai Menganti. Sebenarnya pada bulan Juli lalu, saya sudah pernah membawanya ke Pantai Pecaron yang terletak di sebelah timur Menganti. Namun, rasanya belum lengkap jika belum menjajal langsung ke Menganti yang terkenal dengan tanjakan dan turunannya yang cukup ekstrem. Sabtu, […]

expand_less