Mengintip Si Maksi Hydro Farm, Kebun Melon Premium di Desa Sidayu Gombong
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 139
- comment 0 komentar

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani kunjungi fasilitas greenhouse budidaya melon hidroponik “Si Maksi Hydro Farm” di Desa Sidayu, Kecamatan Gombong, Jumat 22 Mei 2026.
Fasilitas pertanian modern yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sida Makmur ini menjadi percontohan keberhasilan optimalisasi dana desa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Camat Gombong Angga Aulia Primanda dan Kepala Desa Sidayu Sudjiono.
Ketua Pengelola BUMDes Sida Makmur, Eko Priyo, menjelaskan bahwa budidaya melon ini dipilih sebagai alternatif terbaik setelah rencana awal sistem corporate farming untuk komoditas padi terkendala persyaratan teknis.
Spesifikasi Teknis dan Varietas Unggulan
Fasilitas ini menerapkan metode hidroponik Deep Floating Technique (DFT) dengan kapasitas mencapai 1.176 lubang tanam di atas lahan seluas 396 meter persegi.
Untuk menghasilkan produk yang variatif dan berkualitas tinggi, pengelola menanam tiga varietas melon premium, yaitu Inthanon, Sweet Lavender, dan Golden Aroma.
Estimasi masa panen dijadwalkan pada 90 hingga 100 Hari Setelah Tanam (HST). Pada musim tanam pertama ini, pengelola memasang target realistis hasil panen sebesar 1,5 hingga 2 ton melon segar.
Meskipun baru pertama kali mengelola pertanian hidroponik, BUMDes Sida Makmur telah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Kemitraan ini mencakup pendampingan intensif mulai dari perawatan tanaman hingga strategi pemasaran.
Saat ini, Si Maksi Hydro Farm mulai membuka kebun untuk umum dengan konsep open farm. Melalui konsep ini, warga lokal dapat datang langsung untuk memetik dan membeli buah melon segar dari pohonnya.
Untuk varietas Golden Aroma, pemetikan akan dilakukan saat usia tanam mencapai 100 HST agar kualitas rasa tetap maksimal.
Di sela-sela peninjauannya, Bupati Lilis Nuryani memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Sidayu dan BUMDes Sida Makmur.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi ketahanan pangan ini. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan dana ketahanan pangan di tingkat desa dapat dikelola secara produktif dan modern melalui teknologi greenhouse,” ujarnya.
Bupati menambahkan bahwa metode hidroponik terbukti efisien karena tidak bergantung pada media tanah konvensional, namun mampu menghasilkan buah dengan kualitas premium.
“Semoga hasil panen dari kebun ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga memiliki nilai ekonomis di pasaran. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendukung program produktif seperti ini agar dapat direplikasi oleh desa-desa lain. Kehadiran konsep open farm di sini juga memberikan nilai tambah sebagai sarana edukasi agrowisata bagi masyarakat,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar