Program SELARAS Sentuh Pasar Bocor, Pedagang Curhat Persaingan dengan Ritel Modern dan PKH
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025
- visibility 298
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani berbelanja di Pasar Bocor Kecamatan Buluspesantren dalam rangka program Selaras (Sengkuyung Nglarisi Pasar). (Foto: Hari)
BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen kembali menggelar program unggulan SELARAS (Sengkuyung Nglarisi Pasar) yang kali ini dipusatkan di Pasar Bocor Kecamatan Buluspesantren, Jumat 28 November 2025.
Program ini merupakan upaya konkret Bupati Kebumen untuk menyentuh langsung masyarakat, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pedagang pasar tradisional.
Program SELARAS secara konsisten mengampanyekan dan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan BUMN, dan BUMD se-Kabupaten Kebumen untuk berbelanja di pasar rakyat.
Kegiatan di Pasar Bocor ini sekaligus menjadi momen peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT BPR BKK Kebumen.
Hadir Bupati Kebumen, Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BUMD se-Kabupaten Kebumen, Forkopimcam Buluspesantren, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bocor, serta para pedagang.
Dalam laporannya, Kepala Disperindag KUKM Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, menyampaikan bahwa program SELARAS di Pasar Bocor merupakan kolaborasi bersama PT BPR BKK Kebumen yang bertepatan dengan peluncuran KUR.
“Sebelumnya, program serupa pernah diluncurkan di Pasar Tumenggungan,” jelas Haryono.
Haryono menegaskan bahwa SELARAS adalah implementasi dari program unggulan Kabupaten Kebumen, Bakulan Laris, yang bertujuan memperkuat UMKM sebagai bagian integral dari visi Kebumen Berdaya.
Direktur PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, selaku sponsor acara, menyampaikan terima kasih kepada para pedagang Pasar Bocor yang telah menjadi nasabah.
Ia menjelaskan bahwa PT BPR BKK Kebumen menyediakan layanan di berbagai sektor, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Dulu kami pernah meluncurkan program Kredit Kompak di Pasar Tumenggungan. Hari ini, kami meluncurkan KUR dengan suku bunga hanya 0,5 persen per bulan,” ujar Sutrisno.
Dengan bunga tersebut, pedagang yang meminjam Rp10 juta hanya perlu membayar bunga sebesar Rp50.000 per bulan, tanpa dipotong biaya administrasi. Plafon KUR yang disalurkan menjelang akhir tahun ini adalah sebesar Rp6 miliar untuk 600 calon nasabah baru.
Ketua Paguyuban Pasar Bocor, Mudasir, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan keluh kesah pedagang. Ia mengungkapkan bahwa pedagang sudah lama menantikan kegiatan nglarisi pasar di Pasar Bocor.
Salah satu keluhan utama adalah persaingan dengan pasar modern. Selain itu, Mudasir mempertanyakan perihal Program Keluarga Harapan (PKH).
“Penerima PKH tidak ada yang berbelanja ke pasar. Saya mohon bisa diatur agar dibagi juga melalui pasar. Kami mohon Pasar Bocor juga diperhatikan karena ikut menyumbang PAD,” keluhnya.
Mudasir juga menyinggung tentang persaingan harga dengan pihak yang menyuplai sayur mayur bekas sortiran dari dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Ia meminta agar dapur MBG ikut berbelanja di pasar tradisional untuk membantu meningkatkan pendapatan pedagang.
Sementara itu Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan ke pasar untuk nglarisi merupakan agenda rutin Pemkab Kebumen. Seperti yang telah berlangsung di Pasar Tumenggungan, Pasar Prembun, dan Pasar Petanahan.
“Program SELARAS adalah agenda rutin untuk menjaga agar pasar tradisional tetap hidup dan menjadi tempat berbelanja bagi masyarakat. Saya tidak datang sendirian, tetapi mengajak seluruh ASN untuk berbelanja di pasar,” tegas Bupati.
Program SELARAS akan terus digulirkan di pasar tradisional lainnya. Bupati juga mengingatkan para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keramahan.
Terkait keluhan dari Ketua Paguyuban Pasar, khususnya mengenai PKH dan MBG, Bupati berjanji akan membahas persoalan tersebut dengan dinas terkait.
Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada perwakilan pedagang Pasar Bocor yang merupakan nasabah PT BPR BKK Kebumen.
Setelah itu, Bupati beserta jajaran langsung masuk ke dalam pasar untuk berbelanja. Bupati tampak mengunjungi hampir setiap los dan kios, berdialog akrab dengan pedagang dan pembeli, serta melakukan foto bersama. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar