Tanggap Covid-19, Dosen Stikes Gombong Edukasi Relawan Desa
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 3 Mei 2020
- visibility 3.707
- comment 0 komentar

Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep Sp Mat bersama Kades Bejiruyung Sopingi saat diskusi online. (Foto: Istimewa)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong membentuk Gugus Penanganan Covid-19 dalam rangka melakukan penanggulangan Covid-19. Gugus Penanganan Covid-19 di bawah kendali langsung Ketua Stikes Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat selaku penanggung jawab.
Kegiatan gugus penanganan meliputi edukasi dan kerjasama yakni melakukan pendampingan terhadap para relawan desa tanggap Covid-19 yang dilakukan para dosen. Adapun yang menjadi desa dampingan para dosen adalah Desa Bejiruyung dan Desa Pekuncen Kecamatan Sempor.
Berikan Pembekalan Kepada Relawan Desa
“Para relawan yang berada di Posko Covid-19 tingkat desa memiliki risiko tinggi terhadap penularan virus Corona. Mereka sebagai garda depan bersinggungan secara langsung dengan para pemudik maupun orang yang memasuki wilayah desa,” ujar Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat didampingi Ketua Pelaksana Gugus Penanganan Covid-19 Nurlaila MKep, Minggu 3 Mei 2020.
Bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Stikes Muhammadiyah Gombong, para dosen memberikan pembekalan kepada relawan terkait peran serta desa tanggap Covid-19, bagaimana pencegahan, penularan, serta sikap relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Diskusi Online di Posko Covid-19 Desa Bejiruyung

Ketua Gugus Penanganan Covid-19 Stikes Muhammadiyah Gombong Nurlaila MKep menjadi narasumber pada Diskusi Online. (Foto: Istimewa)
Secara rutin para dosen juga menjadi pembicara dalam diskusi daring yang dilaksanakan di Posko Covid-19 Desa Bejiruyung. Diskusi tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal Facebook dan media sosial yang lain. Relawan maupun warga turut menyimak diskusi tersebut secara daring dari rumah masing-masing.
Setiap dosen yang menjadi narasumber memberikan materi dengan tema berbeda. Dua orang dosen yakni Nurlaila MKep dan Siti Mutoharoh SST MPH misalnya saat menjadi narasumber membahas mengenai pandemi Covid-19 pada anak dan ibu hami dan menyusui.
Bagaimana bayi dan anak-anak perlu dijaga kesehatannya dengan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga tetap memiliki daya tahan tubuh atau imunitas baik Dalam kesempatan itu juga diberikan contoh senam bayi. Senam bayi dilakikan agar bayi memiliki tubuh kembang yang baik, tetap sehat dan memiliki imunitas yang baik.
Terjunkan Relawan ke Posko Check Point dan RSD Covid-19

Dosen Stikes Muhammadiyah Gombong Siti Mutoharoh SST MPH mencontohkan cara senam bayi sat diskusi online. (Foto: Istimewa)
Ketua Pelaksana Gugus Penanganan Covid-19 Nurlaila MKep menambahkan, selain kerjasama dengan Desa Siaga Covid-19, Gugus Penanganan Covid-19 Stikes Muhammadiyah Gombong juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga antara lain Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Para dosen juga memberikan dampingan psikososial bagi warga dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain dosen, Stikes Gombong juga menerjunkan relawan mahasiswa baik perawat, bidan dan farmasi. Relawan diterjunkan di enam Posko Check Point yang ada di perbatasan. Selain itu, relawan mahasiswa juga ditugaskan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19.
“Upaya yang kami lakukan ini sesuai dengan tagline Stikes Muhammadiyah yakni Unggul dalam kegawatdaruratan dan bencana, ” imbuh Nurlaila MKep.
Kepala Desa Bejiruyung Berikan Apresiasi
Kepala Desa Bejiruyung Sofingi menyampaikan apresiasi terhadap Stikes Muhammadiyah Gombong yang melakukan edukasi terhadap relawan dan warga Desa Bejiruyung. Edukasi semacam itu sangat diperlukan agar warga lebih memahami secara benar terkait Covid-19. Dengan demikian masyarakat lebih lebih bisa turut menjadi pelopor memutus penyebaran virus Corona.
“Semoga nantinya kita tetap bisa bersinergi dan menghasilkan kegiatan yang baik,” ujar Sofingi. (nin)









Saat ini belum ada komentar