Jaringan Geopark Indonesia Audiensi ke UNESCO Jakarta Hingga Bappenas, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geopark Indonesia
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 154
- comment 0 komentar

Rombongan JGI foto bersama dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Kepala BPS RI. (Foto: Istimewa)
JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Jaringan Geopark Indonesia (JGI) menggelar safari audiensi ke sejumlah kementerian, lembaga nasional, hingga kantor UNESCO Jakarta pada 6–8 Mei 2026. Audiensi bertujuan untuk memperkuat dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas pengelolaan geopark di Indonesia.
Kegiatan ini dipimpin Ketua JGI, Dedy Irfan Bachri dan diikuti para general manager serta perwakilan badan pengelola UNESCO Global Geopark (UGGp) dari berbagai daerah, termasuk Kebumen UNESCO Global Geopark. Tampak hadir Etyn Yunita (Sekretariat JGI/Belitong UGGp), Qwadru Putro Wicaksono (GM Rinjani-Lombok UGGp), Azizul Kholis Bin Zainal (GM Toba Caldera UGGp), Marzuki (GM Belitong UGGp), Ali Mustopa (Wakil Ketua Harian BP Meratus UGGp).
Misnawati (Ketua Harian BP Merangin Jambi UGGp), Supriyanto (BP Kebumen UGGp), Sastra Yuni Ardi (Sekum BP Belitong UGGp), Hennyka (Korwil Belitung BP Belitong UGGp), Yulhaidir (Div. Perencanaan & Pengembangan BP Belitong UGGp), Septi Anggraheni (Div. Promosi & Event BP Belitong UGGp),Jayusman (Meratus UGGp), Silvia Christalline (Merangin Jambi UGGp), Chaidir Syam (Bupati Maros/Dewan Pembina MP-UGGP), Diemas Sukma Hawkins (BP Rinjani-Lombok).
Rangkaian audiensi tersebut menyasar sejumlah institusi strategis, mulai Kementerian Kehutanan, UNESCO Regional Office Jakarta, Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Ketua JGI, Dedy Irfan Bachri, mengatakan safari audiensi bertujuan memperkuat posisi geopark sebagai kawasan yang tidak hanya berorientasi pada konservasi geologi, tetapi juga mendukung edukasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami mendorong sinergi yang lebih kuat agar geopark dapat berkembang secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Bahas Sinergi Geopark dan Kawasan Hutan
Audiensi pertama berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026, bersama Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan. Rombongan JGI diterima langsung oleh Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko.
Dalam pertemuan tersebut, JGI membahas keterkaitan pengelolaan geopark dengan kawasan hutan konservasi dan lindung. Sejumlah isu strategis turut disampaikan, seperti belum jelasnya batas kawasan geopark di sejumlah wilayah konservasi, belum optimalnya pemahaman pengelola kawasan terhadap geopark, serta perlunya penguatan koordinasi lintas lembaga.







Saat ini belum ada komentar