Jaringan Geopark Indonesia Audiensi ke UNESCO Jakarta Hingga Bappenas, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geopark Indonesia
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 158
- comment 0 komentar

Rombongan JGI foto bersama dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Kepala BPS RI. (Foto: Istimewa)
Pertemuan menghasilkan kesepahaman awal mengenai penguatan peran geopark dalam pengelolaan kawasan hutan. Selain itu, JGI dan Kementerian Kehutanan berencana menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada ajang Geofest Juli 2026 di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

UNESCO Jakarta Dukung Penguatan SDM Geopark
Pada hari yang sama, JGI melanjutkan audiensi ke kantor UNESCO Regional Office Jakarta. Delegasi diterima oleh Director and Representatif UNESCO Regional Office in Jakarta for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines and Timor-Leste Maki Katsuno-Hayashikawa dan Senior Programme Specialist and Chief of Natural Science Unit UNESCO Regional Office for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines and Timor-Leste and Liaison to ASEAN Engin Koncagul. Turut mendampingi Adhe L Wulandari selaku Project Assistant Water and Environmental Scences UNESCO Regional Office for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, the Philippines and Timor-Leste and Liaison to ASEAN.
Dalam pertemuan itu, UNESCO Jakarta menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola geopark melalui pelatihan, workshop, dan penguatan kelembagaan.
UNESCO juga menyoroti pentingnya kesiapan pengelola menghadapi proses revalidasi UNESCO yang dilakukan secara berkala terhadap seluruh UNESCO Global Geopark.
Selain peningkatan kapasitas SDM, pembahasan mencakup promosi geopark Indonesia di tingkat internasional, pendampingan kawasan potensial menuju status UNESCO Global Geopark, serta penguatan sinergi multipihak untuk menjaga keberlanjutan kawasan.
UNESCO mengapresiasi perkembangan geopark di Indonesia yang dinilai semakin aktif mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.

KNIU Dorong Geopark sebagai Ruang Pembelajaran
Masih pada Rabu 6 Mei 2026, JGI melakukan audiensi dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dan diterima Ketua Harian KNIU, Prof Ananto Kusuma Seta.
Pertemuan membahas penguatan koordinasi kelembagaan antara geopark di Indonesia dengan UNESCO melalui mekanisme nasional. Dalam forum tersebut, JGI juga menyampaikan sejumlah program prioritas, mulai penguatan pendidikan berbasis geopark di sekolah, pelibatan generasi muda dalam pelestarian warisan geologi, hingga integrasi nilai geopark ke dalam sistem pendidikan nasional.







Saat ini belum ada komentar