Jaringan Geopark Indonesia Audiensi ke UNESCO Jakarta Hingga Bappenas, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geopark Indonesia
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 159
- comment 0 komentar

Rombongan JGI foto bersama dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Kepala BPS RI. (Foto: Istimewa)
Prof. Ananto menegaskan geopark tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi geologi, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan aspek pendidikan, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Jajaki Kerja Sama dengan Sektor Swasta dan KLH
Pada Kamis 7 Mei 2026, JGI menggelar rapat internal untuk membahas persiapan Geofest 2026 serta penguatan jejaring geopark nasional. Di hari yang sama, JGI juga menjajaki peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui audiensi di Wisma Bumiputera Jakarta.
Pembahasan difokuskan pada kemungkinan dukungan asuransi bagi aktivitas outdoor dan geotrail di kawasan geopark yang memiliki potensi wisata petualangan.
Selanjutnya, JGI beraudiensi dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan diterima oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Ir Inge Retnowati ME.
Dalam pertemuan tersebut, JGI mendorong penguatan identifikasi dan pendataan biodiversitas di seluruh kawasan geopark sebagai bagian dari strategi konservasi berkelanjutan.

Dorong Revisi Perpres Geopark di Bappenas
Safari audiensi ditutup pada Jumat (8/5/2026) melalui pertemuan dengan Kementerian PPN/Bappenas dan BPS RI di Jakarta. Audiensi diterima langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, serta Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti.
Dalam forum tersebut, JGI mendorong percepatan revisi Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark Nasional, penguatan tata kelola kelembagaan, serta pembukaan akses pendanaan internasional.
Selain itu, pembahasan juga mencakup penyusunan coffee table book geopark Indonesia untuk promosi global dan pengembangan statistik geopark nasional, termasuk data kunjungan wisata serta dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Safari audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan geopark Indonesia di tengah meningkatnya peran kawasan berbasis konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai salah satu negara dengan jumlah UNESCO Global Geopark terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan dukungan lintas sektor agar pengelolaan geopark semakin profesional, berdaya saing, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. *** Makin tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar