Jateng Kebut Penlok Lahan Tambahan Tol Semarang–Demak Seksi I
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 4 Jul 2025
- visibility 404
- comment 0 komentar

Kepala Disperakim Jateng bertemu Gubernur Ahmad Luthfi. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penetapan lokasi (penlok) penambahan lahan untuk Tol Semarang–Demak Seksi I. Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah terkait penlok tersebut akan segera diterbitkan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyampaikan laporan langsung kepada Gubernur Ahmad Luthfi, Kamis 3 Juli 2025. Ia menyebut penambahan lahan ini mencakup 134 bidang dengan luas total sekitar 52,65 hektare.
“Kami sudah menyelesaikan tahapan sosialisasi, pendataan, dan konsultasi publik. Saat ini menunggu SK Gubernur,” kata Boedyo Dharmawan usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Sebanyak 65 bidang berada di Kota Semarang dan 69 bidang lainnya di Kabupaten Demak. Rinciannya, Kelurahan Tambakrejo 29 bidang, Terboyo Kulon 26 bidang, Terboyo Wetan 9 bidang, dan Trimulyo 1 bidang. Sementara di Demak, 18 bidang ada di Desa Sriwulan dan 51 bidang di Desa Bedono, Kecamatan Sayung.
Menurut Boedyo, penambahan lahan berasal dari surat permintaan Ditjen Bina Marga. Surat tersebut ditindaklanjuti Pemprov Jateng melalui proses verifikasi dan pengajuan penlok.
Siapkan Lahan Tambahan untuk Proyek Kolam Retensi
Beberapa bidang tanah milik instansi pemerintah belum memiliki surat pelepasan. Namun, PP 19 Tahun 2021 Pasal 43 membolehkan penlok diterbitkan sebelum pelepasan resmi dilakukan.
“Dengan aturan itu, Gubernur bisa menetapkan lokasi lebih dulu agar proyek tidak tertunda,” tambah Boedyo.
Pemprov Jateng menyiapkan lahan tambahan untuk mendukung proyek kolam retensi dan pelebaran jalan. Kolam ini penting untuk menampung luapan air dan mengurangi banjir rob di kawasan pesisir.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, Tol Semarang–Demak Seksi I sekaligus akan difungsikan sebagai giant sea wall. Proyek ini menjadi solusi jangka panjang penanganan rob di Sayung.
Tahun 2026 Tanggul Laut Sudah Fungsional
Pemprov juga menyiapkan dua kolam retensi besar: Terboyo seluas 189 hektare (6 juta m³ air) dan Sriwulan 28 hektare (1 juta m³ air). Keduanya untuk menahan limpasan air dari wilayah Kota Semarang dan Demak.
“Saya dorong percepatan. Tahun 2026 nanti tanggul laut ini sudah fungsional,” ujar Gubernur.
Selain penanganan jangka panjang, Pemprov telah menugaskan seluruh OPD turun ke 22 desa terdampak rob di Sayung. Setiap OPD bekerja sesuai fungsi dan mendampingi warga di lapangan.








