Panen Udang Vaname, BUBK Petanahan Sumbang PAD Kebumen Rp402 Juta
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 22 Jul 2025
- visibility 912
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani dan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb. Haeru Rahayu, menunjukkan hasil panen udang vaname di BUBK Petanahan. (Foto: Hari)
PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Kabupaten Kebumen menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) perikanan budidaya sebesar Rp402.481.744 untuk periode Januari-Juli 2025.
Dana ini disumbangkan oleh Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Tegalretno Petanahan dan diserahkan dalam tiga tahap.

Adapun penyerahan retribusi ini dilakukan secara simbolis kepada Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb. Haeru Rahayu, APi., M.Sc., usai kegiatan panen udang vaname di BUBK pada Selasa, 22 Juli 2025.
Hadir pula Kepala BUBK Kebumen, I Gde Budha Adnyana Yasa, S.St.Pi., Kepala DLHKP Asep Nurdiana, Kepala Distapang Teguh Yuliono, serta Camat Petanahan Aris Yunanto.
BUBK Petanahan, yang memiliki luas sekitar 100 hektar dengan 150 petak kolam tambak, juga memberikan kontribusi signifikan dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Sekitar 153 warga diberdayakan, dengan 95% di antaranya berasal dari Desa Tegalretno dan Karanggadung.
“Serapan tenaga kerja memang disesuaikan dengan kebutuhan, dan kami bangga 95% tenaga kerja kami adalah masyarakat lokal,” ujar Dr. Tb. Haeru Rahayu.
BUBK Petanahan Jadi Contoh Budidaya Udang Aman dan Berkualitas
BUBK tidak hanya berkontribusi pada PAD dan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi percontohan budidaya udang vaname yang baik bagi masyarakat. Banyak praktik budidaya udang di tempat lain masih belum memenuhi standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).
“Yang paling penting kami sampaikan adalah bagaimana membudidayakan udang yang aman untuk dikonsumsi masyarakat. Di sini, kami sudah tidak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya. Jadi aman untuk dikonsumsi,” tegas Dr. Tb. Haeru Rahayu.

Adapun pada panen kali ini, BUBK menargetkan 16 ton udang vaname. Bupati Lilis Nuryani berkesempatan meninjau langsung bangsal panen, tempat pengecekan kualitas udang hasil panen.
“Alhamdulillah saya bisa menghadiri panen udang di BUBK ini. Udangnya sangat besar-besar. Insyaallah ke depan, petani tambak udang bisa belajar di sini,” kata Bupati Lilis.
Udang vaname hasil budidaya BUBK juga memiliki pangsa pasar ekspor yang luas, meliputi Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan negara-negara ASEAN. Selain itu, udang vaname juga mudah dipasarkan secara lokal. Secara produktivitas, BUBK menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Diharapkan, produktivitas ini bisa mencapai target best practice sebesar 40 ton per siklus per hektar. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar