Laut Belum Tercemar, Kualitas Garam Kebumen Jauh Lebih Baik

Bupati KH Yazid Mahfudz meninjau gudang pengolahan garam di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Selasa (24/9/2019). (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com)– Garam produksi petani di pesisir Kebumen telah mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam ruang lingkup proses produksi garam konsumsi beryodium. Selain itu, juga telah mendapat ijin edar dari BPOM, sehingga sudah bisa dijual bebas.

“Kebumen merupakan kabupaten pertama yang menerima sertifikasi SNI, BPOM dan surat ijin edar,” kata Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarif Widjaya pada acara Launching Kampung Garam, di Desa Miritpetikusan, Kecamatan Mirit, Selasa (24/9/2019).

Bacaan Lainnya

Hadir Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, Direktur Jasa Kelautan Kementerian KKP M Yusuf, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono SH. Peresmian sentra industri garam rakyat itu diselenggarakan di dua tempat. Pertama peresmian gedung pengolahan garam Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong. Kemudian, peresmian unit produksi garam di Kampung Garam Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit.

Syarif Widjaya menambahkan garam Kebumen memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari produksi daerah lain. Hal karena air laut sebagai bahan baku utamanya masih belum tercemar. Bahkan kadar natrium klorida (Na Cl) mencapai 95,75 persen.

Baca Juga: Perburuan Telur Penyu di Pesisir Selatan Menurun, Ini Penyebabnya

“Sudah sangat cukup untuk garam konsumsi. Tinggal menaikan sedikit kadarnya menjadi 97 persen untuk menjadi garam industri,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas ini karena produksi garam di Kebumen menggunakan sistem tunel. Yaitu, air laut sebelum masuk ke dalam tunel sudah difilter dan di dalamnya dilapisi plastik. Sehingga hasilnya bisa langsung dipanen dengan kondisi bersih.

Syarif berharap dengan adanya produk garam di Kebumen akan dapat mengurangi garam impor. Selain itu, dia juga meminta petani garam Kebumen agar tidak memproduksi garam krosok, yang dijual karungan.

“Garam krosok begitu panen langsung dikarungi sehingga harganya tergantung pasar. Kadang harganya Rp 2.000, kadang turun sampai Rp 150-200. Oleh karenanya Kebumen harus memproduksi garam konsumsi yang harganya stabil karena sudah diolah dan dijual langsung ke konsumen,” imbuhnya.

Pos terkait