Perburuan Telur Penyu di Pesisir Selatan Menurun, Ini Penyebabnya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 27 Jun 2019
- visibility 5.041
- comment 0 komentar

Anak penyu atau tukik siap dilepasliarkan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KLIRONG (KebumenUpdate) – Saat musim penyu bertelur seperti sekarang ini, dulu banyak dijumpai warga di pesisir selatan Kebumen yang melakukan perburuan telur penyu secara terang-terangan. Telur penyu hasil buruan itu dijual untuk jamu kuda pacuan maupun dikonsumsi manusia karena dipercaya menambah vitalitas.
Namun menurut Wakil Ketua Pokdarwis Gajah Gunung Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong Ahmad Fauzan, dalam dua tahun terakhir, pemburuan telur penyu di pesisir selatan Kebumen semakin menurun seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi penyu. Kesimpulan itu paling tidak didasarkan oleh semakin banyaknya telur penyu yang ditemukan oleh tim konservasi.
“Pada 2018 ditemukan sebanyak 117 butir telur penyu. Sedangkan 2019 sudah menemukan 532 butir telur penyu,” ujar Ahmad Fauzan.
Baca Juga: Kelompok Ini Selamatkan Ratusan Telur Penyu dari Tangan Pemburu
Sekarang ini, jika ada warga yang menemukan telur penyu sudah bersedia menginformasikan. Pihaknya pun siap mengganti telur-telur penyu yang ditemukan oleh warga. “Yah, sekadar uang pengganti lelah dan apresiasi kami kepada warga,” ujar Fauzan berharap Pemkab Kebumen memberikan perhatian khusus terhadap upaya konservasi hewan dilindungi tersebut.









Saat ini belum ada komentar