Gubernur Perintahkan Pemkab Cilacap Siapkan 3,5 Hektare untuk Relokasi Korban Longsor Cibeunying, Ini Alasannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- visibility 366
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau lokasi tanah longsor di Cibeunying, Majenang. (Foto: Humas Jateng)
CILACAP (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan Bupati Cilacap menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk merelokasi warga yang terdampak tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Kebijakan itu diambil karena potensi longsor susulan masih tinggi, dengan sejumlah retakan masih tampak di kawasan perbukitan.
“Kami sudah koordinasi dengan Bupati Cilacap untuk menyiapkan lahan 3,5 hektare. Di lokasi itu nanti dibangun rumah yang aman, karena retakan masih ada,” ujar Luthfi saat meninjau lokasi longsor, Minggu 16 Nopember 2025.
Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Pembangunan fisik akan ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dirjen Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan memastikan pihaknya siap membangun hunian layak bagi warga yang direlokasi.

Pencarian dan Penanganan Korban Terus Diperkuat
Gubernur juga meminta pencarian korban terus dipacu. Sebanyak 920 personel gabungan dari SAR, BPBD, TNI, Polri, dan relawan bekerja hati-hati mengangkat material longsoran karena kondisi tanah masih labil.
“Layanan dasar untuk warga terdampak harus terpenuhi. Makanan, minuman, kesehatan hingga pendidikan harus tetap berjalan,” tegasnya.
Pemprov Jateng telah menurunkan tenaga kesehatan, psikolog, dan petugas pendidikan untuk membantu warga, terutama anak-anak yang rentan trauma.
“Trauma healing dilakukan secara bertahap, dan anak-anak harus tetap bisa sekolah,” kata Luthfi.
Relokasi Dipercepat demi Keselamatan Warga
Luthfi menekankan pentingnya percepatan recovery dan relokasi sebagai langkah pencegahan. Pemerintah provinsi telah mengalokasikan bantuan Rp400 juta untuk mendukung pembangunan rumah warga yang direlokasi.
“Kepala desa, camat, dan aparat keamanan harus membantu pemindahan warga yang rumahnya berada di zona rawan,” tegasnya.
Ia juga meminta BPBD memperkuat edukasi kebencanaan di seluruh wilayah rawan di Jawa Tengah, seperti Brebes dan Wonosobo.
“Jawa Tengah ini supermarket bencana. Semua harus waspada dan saling mengingatkan jika ada tanda-tanda potensi longsor,” ujarnya.

Modifikasi Cuaca untuk Mendukung Pencarian
BNPB dan BMKG juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar hujan tidak turun di wilayah pencarian. Langkah ini diambil untuk memperbaiki visibilitas dan mempermudah evakuasi korban yang masih tertimbun.
“OMC sudah dilaksanakan hari ini. Kita berharap hasilnya optimal,” kata Budi Irawan.
BNPB menegaskan bahwa relokasi dan pembangunan hunian warga akan segera dimulai setelah lahan siap.
“Kami pastikan huntara dan huntap dibangun dengan standar yang layak,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar