Jelajah Kota Lama Gombong Diminati Wisatawan Luar Kota

  • Whatsapp
Ruang pemakaman salah satu keluarga pamong praja di Gombong diperkirakan dibangun 1910. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Wisata berbasis sejarah budaya (heritage) ternyata bukan hanya milik kota besar yang memiliki sejarah panjang, seperti Jakarta, Semarang dan Yogyakarta. Kota-kota kecil bisa mengembangkan wisata minat khusus ini asal mau menggali khasanah sejarah budaya yang khas dan menarik.

Hal ini terbukti pada Wisata Jelajah Pusaka yang diadakan oleh Roemah Martha Tilaar, Minggu (1/9/2019) itu diikuti oleh wisatawan dari berbagai kota. Berbeda dengan kegiatan serupa yang diadakan sebelumnya, Jelajah Pusaka kali ini mengambil jalur sisi Timur Kawasan Perkotaan Gombong.

Berita Lainnya

Jika sisi barat didominasi sejarah kaum Tionghoa dan militer Belanda, jelajah timur banyak diwarnai kehidupan kalangan sipil, pendidikan, masyarakat tradisional dan kawasan saudagaran.

Baca Juga: PT KAI Sediakan Gerbong Sepeda, Kebumen Dilirik Wisatawan Gowes

Kepala Roemah Martha Tilaar, Alona Ong mengungkapkan bahwa hingga saat ini RMT sudah mengembangkan dua jalur wisata sejarah. “Total ada 24 titik yang kami gali potensi sejarahnya.

“Untuk memudahkan para wisatawan, kami membaginya menjadi dua jalur dengan pertimbagnan lokasi, waktu tempuh serta kesesuaian tema,” jelas Alona.

Alona menambahkan,  wisata jelajah heritage ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan dalam rangka pameran sejarah.  Saat ini RMT sedang mengadakan pameran sejarah identitas dengan tema “Mencari Diri”. Dalam rangka mendukung acara tersebut pihaknya mengadakan dua kegiatan bertema sejarah, yaitu Anak Muda Ngobrol Sejarah dan Wisata Jelajah Pusaka.

“Harapan kami, masyarakat Gombong dapat semakin terbangun  kebanggaan dan kepeduliannya terhadap berbagai warisan budaya yang dimiliki. Selain itu kami juga ingin menginspirasi para pelaku wisata di desa-desa wisata untuk menggali potensi wisata budaya di desanya masing-masing. Survei sudah membuktikan bahwa budaya menjadi faktor dominan dalam keberhasilan suatu usaha wisata,” demikian Alona

Berita Terkait