Purwokerto Half Marathon 2025: Lebih dari Sekadar Lari
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 11 Mei 2025
- visibility 1.296
- comment 0 komentar

Purwokerto Half Marathon. (Foto: Dok. Humas Jateng)
BANYUMAS (KebumenUpdate.com) – Minggu pagi, 11 Mei 2025. Udara di Purwokerto masih segar ketika ribuan orang dari berbagai kota mulai berkumpul. Bukan untuk demo, bukan pula konser—tapi untuk sebuah ajang yang bikin degup jantung naik bukan karena cinta, tapi karena adrenaline: Purwokerto Half Marathon 2025.
Di tengah euforia dan semangat yang menular, tercatat 4.500 pelari ambil bagian. Mereka tak cuma datang membawa sepatu lari dan sportwatch, tapi juga harapan, energi positif, dan… uang.
Yup, uang. Karena dari ajang ini, diperkirakan ada Rp8 miliar perputaran ekonomi yang tersedot di Banyumas. Dari hotel, kuliner, transportasi, hingga oleh-oleh khas Purwokerto. Bandingin sama tahun lalu, yang “cuma” 3.300 peserta dan perputaran ekonominya Rp6,4 miliar. Tahun ini? Melejit.
“Kalau event ini rutin, bisa jadi motor penggerak ekonomi daerah. Bayangin aja, uang miliaran muter di Purwokerto dalam sehari,” ujar Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat konferensi pers di Hotel Elsotel, malam sebelum race dimulai.

Peserta dengan gaya nyentrik. (Foto: Dok. Humas Jateng)
Event Ini Tawarkan Empat Kategori
Event ini nggak main-main. Ada empat kategori yang ditawarkan: 21K (Half Marathon), 10K, 5K, dan 3K buat pelari pemula dan anak-anak. Semua dapat porsi. Semua punya cerita.
Sekda Provinsi Jateng, Sumarno, juga ikutan bangga. Kata dia, Purwokerto mulai dilirik pelari dari luar kota. Buktinya? Separuh peserta datang dari luar Jawa Tengah. Nggak heran sih, lari di Purwokerto tuh punya vibes tersendiri—masyarakatnya ramah, suasananya adem, dan rutenya seru, ada datarnya, ada nanjaknya.
“Kalau udah nyaman, runners pasti balik lagi. Ini bukan cuma soal lari, ini pestanya pelari dan masyarakat Purwokerto,” kata Sumarno.
Tapi buat Jateng, lari bukan sekadar olahraga. Ini cara kreatif untuk ngangkat ekonomi lokal. Orang datang, nginap, jajan, belanja—UMKM ikut senyum. Apalagi di era sekarang, promosi lewat event kayak gini jauh lebih impactful.
Bonusnya? Masyarakat juga makin sadar pentingnya hidup sehat. Karena jujur aja, gaya hidup aktif itu bukan tren sesaat, tapi kebutuhan jangka panjang.
“Olahraga bukan cuma soal finish line, tapi juga tentang membangun ekosistem sehat—buat tubuh, dan juga daerah,” katanya.







Saat ini belum ada komentar