Riwayat Wayang Golek Menak Kebumen

Wayang Golek Menak
Ki Among Prasetya sedang mendalang wayang golek menak. (Foto: Istimewa)

Oleh: Kie Among Prasetya

CERITA babon wayang Golek Menak Kebumen bersumber dari Serat Menak karya Yasadipura I dan Yasadipura II yang kemudian digubah atau disanggit oleh dalang-dalang Wayang Golek Menak pada waktu itu.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 1717 masehi hari Jumat tanggal 17 Rajab, Ki Narawita membuat serat atau kitab menak atas perintah Nyi Mas Balitar istri Pakubuwana I. Cerita tersebut diambil dari Qissei Amir Hamzah atau Amir Ambyah yang berasal dari Persia (766-809 M) (Wikipedia Bahasa Indonesia).

Kemudian pada tahun 1729-1802 disalin oleh Yasadipura I dan mulai dimasukkan mistisisme Jawa dan filosofi Kejawen. Selanjutnya penulisan ini dilanjutkan oleh Yasadipura II menjadi Serat Menak Yasadipura (Pigeud 1967 : 213-214 Purbacaraka 1957: 168). Sedangkan cerita Menak yang tidak bersumber dari serat Menak Yasadipura disebut Menak Pang atau Menak Sempalan. Ini yang banyak terdapat pada cerita Menak Kebumenan.

Baca Juga: Dua Dalang Pentas Wayang Golek Menak di Pendopo Kabumian

Keberadaan Wayang Menak di Kebumen sebelah timur antara lain Kecamatan Ambal, Kecamatan Mirit, Kecamatan Prembun, serta daerah Purworejo sebelah barat berawal dari seorang pelarian dalang dari Keraton Yogyakarta pada abad ke-17 yang bernama Redi Guna Gledheg. Ini yang menjadi cikal bakal berkembangnya Wayang Golek Menak di Kebumen Timur bahkan sampai Karanggayam dan Karangsambung.

Selain dari serat Yasadipura cerita Wayang Menak Kebumen bersumber dari Serat Menak Jawi yang tersebar dilontak yang berjumlah 119 lembar yang ditemukan Andrew James yang tersimpan di Bodleian Library pada awal abad ke-15.

Namun utamanya digubah atau disanggit lagi oleh dalang-dalang wayang Menak pada waktu itu menjadi sempalan-sempalan Menak Pang dengan memasukkan unsur-unsur filosofi lokal untuk memperhalus pementasannya di Kebumen.

Masa Kejayaan di Masa Ki Sindhu Jotaryono

Wayang Golek Menak Kebumen mengalami masa kejayaannya pada masa Ki Sindhu Jotaryono pada tahun 1980-an. Selain di Kebumen Ki Sindhu Jotaryono melakukan pementasan sampai Purworejo, Semarang, Solo, Pemalang, bahkan Sumatera.

Pada era Beliau itu pula Wayang Golek Menak Kebumen menjadi mata kuliah wajib di ASKI sekarang STSI Surakarta di Fakultas Pedalangan sampai sekarang. Pada sekitar tahun 1985-an atas sponsorship dari Kemendikbud dan Kementerian Luar Negeri Wayang Menak dipentaskan hampir di 38 negara di seluruh dunia oleh Putra Ki Sindhu Jotaryono SKar alm dosen STSI Solo.

Pos terkait