Riwayat Wayang Golek Menak Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 6 Feb 2024
- visibility 7.135
- comment 0 komentar

Ki Among Prasetya sedang mendalang wayang golek menak. (Foto: Istimewa)
Cah Guplo yang berasal dari kata Reca Guplo atau Gupala pemberhalaan yang mengandung maksud pemberhalaan terhadap sesuatu sebagai Punakawan tokoh antagonis begitu juga Jumlah Wage yang menggambarkan bahwa manusia Jawa atau Kebumen pada waktu itu sudah mengenal petang sapa sepi ing petung bakal sepi ing pepadang. Langkah tanpa perhitungan tidak akan mendapat hasil yang baik atau pencerahan.
Di era sekarang biarpun tidak setenar wayang kulit pertunjukan wayang golek menat masih satu dua dilakukan namun mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu tidak adanya regenerasi juga ceritanya yang sudah tidak dikenal oleh generasi milenial upaya pelestarian masih dilakukan di beberapa sanggar dan komunitas di daerah Ambal seperti Sanggar Sekar Semi Kaibon, Mirit dan di tempat almarhum Ki Basuki Hendro Prayitno. Sedangkan perajin wayang golek menak masih ditemukan di Kecamatan Ambal, Kecamatan Mirit, dan Kecamatan Prembun.
Penulis: Ki Among Prasetya, Dalang Wayang Golek Menak Kebumen, Pengurus Badan Pengelola Geopark Kebumen.







Saat ini belum ada komentar