Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Peradaban Baru Post Covid-19

Peradaban Baru Post Covid-19

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
  • visibility 5.891
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: Imam Satibi *

DALAM pengamatan fenomenal terdapat dua respon besar dalam mensikapi bencana non alam pandemi Coronavirus (Covid-19). Masyarakat terbelah dalam dua kelompok yakni fatalis dan kelompok progresif.

Secara garis besar kedua kelompok itu dapat tergambar dalam deskripsi berikut;

Pertama, kelompok yang mensikapi Coronavirus sebagai sebuah malapetaka. Kelompok ini umumnya bersifat fatalis dan mengembalikan urusan semata pada takdir Ilahi. Kelompok ini terkesan religius namun tidak siap hidup dengan risiko yang ada.

Kelompok ini banyak dimiliki oleh orang-orang agamawan tekstual dan umumnya juga kelompok zona nyaman yakni kelompok profesional dan praktisi. Kelompok ini sangat tidak biasa menghadapi zona tidak nyaman dan sangat tidak siap dengan perubahan yang terjadi.

Mereka hanya berharap krisis Corona segera berakhir dan dunia akan kembali seperti pra-Covid. Sehingga yang dilakukan lebih banyak pasrah dan menunggu.

Respon kedua adalah kelompok intrepreneurship yakni kelompok yang lebih memandang Covid-19 dari perspektif opportunity. Kelompok ini sibuk menyiapkan terobosan baru post covid-19 terutama dari perspektif bisnis.

Kelompok ini menilai bahwa Corona suatu tragedi yang menuntut dan memaksa perubahan peradaban baru yang memberikan peluang peluang baru post Covid-19. Post Covid merupakan era telah ditemukanya vaksin yang membebaskan manusia dari virus Corona.

Dunia akan menuntut suatu yang berbeda dengan zaman pra covid. Kelompok ini dimiliki anak muda yang kreatif yang terbiasa dengan think out the box atau zona tidak nyaman. Mereka berkeyakinan bahwa akan ada kompetisi besar dalam pasca covid terutama dalam sumber daya manusia, teknologi dan bisnis.

Paradigma Baru

Selain itu kelompok ini berasumsi bahwa derajat hidup manusia sangat peka terhadap keselamatan hidup dan pola hidup sehat serta pola pergaulan social distancing. Properti baru mendukung kebutuhan kenyamanan itu akan menjadi paradigma baru pola bisnis.

Demikian pola layanan menuntut segalanya lebih ketat dalam kualitas hidup. Semua akan dituntut bukan hanya kualitas standar dalam segala hal kehidupan sebagaimana pra Covid-19. Orang akan sangat selektif atau filter dalam berteman, memilih properti yang mendukung kehidupanya.

Gaya hidup yang berubah, cenderung individual, subyektif memaksa beralih dari panggung dan framing sosial yang semu ke eksistensi personality. Dari fenomena ini kita bisa mengambil hikmahya bahwa corona dipastikan berdampak tidak hanya perubahan sektor ekonomi melainkan eksistensi diri manusia.

Kelompok progresif akan cenderung bisa melewati krisis corona sesuai apa yang mereka proyeksikan. Kendati berdampak sistemik dan sosial bagi kelompok ini mampu diformulasikan dengan jawaban yang sesuai zamannya. Kelompok ini akan menjadi leader dalam kehidupan ketimbang kelompok pertama.

Pola pemikiran yang rasional, logis dan kuat dalam agama akan menghegemoni ke depan. Mereka selalu optimistis di balik covid-19 menyimpan optimisme baru yang harus disiapkan secara dini baik dari sisi konsep maupun model dan strategi.

Misalkan pendidikan post covid tentunya akan mengalami perubahan pada strategi belajar mengajar. Demikian dalam sektor keagamaan yang akan lebih menuntut kesolehan individual dan kontekstual. Dalam sektor ekonomi dipastikan akan mengalami perubahan model bisnis.

Kita harus mengakui bahwa di dunia ini hanya ada satu yang tidak berubah yakni perubahan itu sendiri. Perubahan merupakan kodrat sunatulloh yang tidak bisa dilawan. Perubahan itu merupakan suatu keniscayaan yang alamiah. Kita tidak perlu berlebihan berpangku pada eksistensi yang status quo terutama dalam tradisi pemikiran dan peradaban.

Semoga perubahan post covid berpihak ke kita semua. Amin Amin Ya Robbal ‘Alamin. (Dr H Imam Satibi MPdI adalah Rektor IAINU Kebumen)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • KIE

    Dua Kompi Personel TNI-Polri Bakal Amankan KIE

    • calendar_month Sel, 14 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.265
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen meminta bantuan kepada TNI dan Polri dalam melakukan pengamanan selama Kebumen International Expo (KIE). Pengamanan menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung kelancaran event tersebut. Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyebutkan bahwa guna mengamankan KIE bakal disiapkan dua kompi satu kompi dari TNI dan satu kompi dari Polri. Kemudian […]

  • Pencak Silat

    Ahmad Luthfi Usulkan Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah di Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 971
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusulkan agar pencak silat dimasukkan dalam kurikulum sekolah menengah atas (SMA) di wilayahnya. Usulan ini disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah di Ballroom Poncowati, Hotel Patra, Semarang, Sabtu 2 Agustus 2025. Menurut Luthfi, pencak silat bukan hanya olahraga, melainkan juga […]

  • Presiden Jokowi

    Perpanjang PPKM Level 4 Hingga 2 Agustus 2021, Jokowi Serahkan Teknis Pelonggaran ke Pemda

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.551
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021. Meski begitu, terdapat sejumlah pelonggaran dalam pemberlakuan PPKM Level 4. Presiden menyerahkan aturan teknis pelonggaran PPKM kepada masing-masing pemerintah daerah (Pemda). “Kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat secara bertahap […]

  • Hari Ke-7 Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Kreteg Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

    Hari Ke-7 Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Kreteg Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 526
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Upaya pencarian terhadap Pujianto (55), warga Desa Kedunggong yang diduga tenggelam di Sungai Kreteg, Kabupaten Kebumen, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa 7 April 2026, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Koordinator Tim SAR Gabungan, Rowidin, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan pada pukul 11.15 WIB. Titik […]

  • Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Kembali Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen

    Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Kembali Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.516
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang residivis inisial AB (29) warga Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen belum lama ini di Jalan Cincin Kota Desa Gemeksekti, Kecamatan/Kabupaten Kebumen. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Wakapolres Kompol Bakti Kautsar Ali menjelaskan bahwa tersangka baru dua bulan bebas. Namun kembali berhadapan dengan hukum lantaran kepemilikan dua […]

  • Dapur Umum

    Polwan Bantu Memasak di Dapur Umum untuk Pengungsi

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dapur umum di aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen di Jalan Aroengbinang tampak berbeda, Kamis 17 Maret 2022. Bagaimana tidak, terlihat para polisi wanita (Polwan) Polres Kebumen membaur dengan para sukarelawan membantu memasak untuk para pengungsi bencana banjir Kebumen. Terlihat para Polwan tersebut ada yang memotong sayur, menggoreng lauk, hingga membungkus […]

expand_less