Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Peradaban Baru Post Covid-19

Peradaban Baru Post Covid-19

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
  • visibility 5.839
  • comment 0 komentar

Oleh: Imam Satibi *

DALAM pengamatan fenomenal terdapat dua respon besar dalam mensikapi bencana non alam pandemi Coronavirus (Covid-19). Masyarakat terbelah dalam dua kelompok yakni fatalis dan kelompok progresif.

Secara garis besar kedua kelompok itu dapat tergambar dalam deskripsi berikut;

Pertama, kelompok yang mensikapi Coronavirus sebagai sebuah malapetaka. Kelompok ini umumnya bersifat fatalis dan mengembalikan urusan semata pada takdir Ilahi. Kelompok ini terkesan religius namun tidak siap hidup dengan risiko yang ada.

Kelompok ini banyak dimiliki oleh orang-orang agamawan tekstual dan umumnya juga kelompok zona nyaman yakni kelompok profesional dan praktisi. Kelompok ini sangat tidak biasa menghadapi zona tidak nyaman dan sangat tidak siap dengan perubahan yang terjadi.

Mereka hanya berharap krisis Corona segera berakhir dan dunia akan kembali seperti pra-Covid. Sehingga yang dilakukan lebih banyak pasrah dan menunggu.

Respon kedua adalah kelompok intrepreneurship yakni kelompok yang lebih memandang Covid-19 dari perspektif opportunity. Kelompok ini sibuk menyiapkan terobosan baru post covid-19 terutama dari perspektif bisnis.

Kelompok ini menilai bahwa Corona suatu tragedi yang menuntut dan memaksa perubahan peradaban baru yang memberikan peluang peluang baru post Covid-19. Post Covid merupakan era telah ditemukanya vaksin yang membebaskan manusia dari virus Corona.

Dunia akan menuntut suatu yang berbeda dengan zaman pra covid. Kelompok ini dimiliki anak muda yang kreatif yang terbiasa dengan think out the box atau zona tidak nyaman. Mereka berkeyakinan bahwa akan ada kompetisi besar dalam pasca covid terutama dalam sumber daya manusia, teknologi dan bisnis.

Paradigma Baru

Selain itu kelompok ini berasumsi bahwa derajat hidup manusia sangat peka terhadap keselamatan hidup dan pola hidup sehat serta pola pergaulan social distancing. Properti baru mendukung kebutuhan kenyamanan itu akan menjadi paradigma baru pola bisnis.

Demikian pola layanan menuntut segalanya lebih ketat dalam kualitas hidup. Semua akan dituntut bukan hanya kualitas standar dalam segala hal kehidupan sebagaimana pra Covid-19. Orang akan sangat selektif atau filter dalam berteman, memilih properti yang mendukung kehidupanya.

Gaya hidup yang berubah, cenderung individual, subyektif memaksa beralih dari panggung dan framing sosial yang semu ke eksistensi personality. Dari fenomena ini kita bisa mengambil hikmahya bahwa corona dipastikan berdampak tidak hanya perubahan sektor ekonomi melainkan eksistensi diri manusia.

Kelompok progresif akan cenderung bisa melewati krisis corona sesuai apa yang mereka proyeksikan. Kendati berdampak sistemik dan sosial bagi kelompok ini mampu diformulasikan dengan jawaban yang sesuai zamannya. Kelompok ini akan menjadi leader dalam kehidupan ketimbang kelompok pertama.

Pola pemikiran yang rasional, logis dan kuat dalam agama akan menghegemoni ke depan. Mereka selalu optimistis di balik covid-19 menyimpan optimisme baru yang harus disiapkan secara dini baik dari sisi konsep maupun model dan strategi.

Misalkan pendidikan post covid tentunya akan mengalami perubahan pada strategi belajar mengajar. Demikian dalam sektor keagamaan yang akan lebih menuntut kesolehan individual dan kontekstual. Dalam sektor ekonomi dipastikan akan mengalami perubahan model bisnis.

Kita harus mengakui bahwa di dunia ini hanya ada satu yang tidak berubah yakni perubahan itu sendiri. Perubahan merupakan kodrat sunatulloh yang tidak bisa dilawan. Perubahan itu merupakan suatu keniscayaan yang alamiah. Kita tidak perlu berlebihan berpangku pada eksistensi yang status quo terutama dalam tradisi pemikiran dan peradaban.

Semoga perubahan post covid berpihak ke kita semua. Amin Amin Ya Robbal ‘Alamin. (Dr H Imam Satibi MPdI adalah Rektor IAINU Kebumen)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Terbuka Tiga Jabatan Kepala Dinas di Pemkab Kebumen: 12 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak, Ini Daftarnya

    Seleksi Terbuka Tiga Jabatan Kepala Dinas di Pemkab Kebumen: 12 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak, Ini Daftarnya

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 829
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Kebumen mengumumkan hasil seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak. Dalam pengumuman Nomor: 05/PANSEL.JPT/IX/2025 tertanggal 25 September 2025, terdapat 12 orang pelamar yang bakal melanjutkan tahapan untuk mengisi tiga jabatan kepala dinas di lingkungan Pemkab Kebumen. Untuk calon Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika […]

  • Flu dan Batuk

    Tips Ampuh Cegah Flu dan Batuk di Musim Pancaroba

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 318
    • 0Komentar

    MUSIM pancaroba — dari penghujan ke kemarau — bukan cuma bikin cuaca nggak menentu, tapi juga bikin tubuh lebih gampang terserang penyakit, khususnya flu dan batuk. Tapi tenang, ada banyak cara sederhana dan efektif buat mencegahnya tanpa harus ke dokter duluan. Yuk, simak penjelasan dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Bontang pafibontangkota.org ! 1. […]

  • Stikes Gombong

    STIKES Gombong-STTM Merger Jadi Universitas Muhammadiyah Gombong

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.846
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Realisasi penggabungan Sekolah Tinggi llmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong dengan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) menjadi Universitas Muhamadiyah Gombong (Unimugo) semakin dekat. Bagaimana tidak, tim evaluasi merger dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI dan Kemendikbud Ristek telah melakukan visitasi di kampus STIKES Muhammadiyah Gombong, Jumat 28 Mei 2021. 1. Verifikasi […]

  • Pertamina Foundation

    Hari Peduli Sampah Nasional, Pertamina Foundation Bareng SOBI Gelar Aksi Sobat Bumi Jilid Tiga

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.520
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Pertamina Foundation bersama Sobat Bumi Indonesia (SOBI) menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan melalui Aksi Sobat Bumi Jilid Tiga. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Aksi Sobat Bumi Jilid Satu dan Aksi Sobat Bumi Jilid Dua yang telah sukses diselenggarakan sejak 2020. Rangkaian Aksi Sobat […]

  • Tersangka Pembunuhan

    Pembunuh Iska Nurrohmah Penjahat Kambuhan

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.858
    • 0Komentar

    BEKASI (KebumenUpdate.com) – Banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa pembunuhan terhadap Iska Nurrohmah berlatar belakang asmara. Spekulasi tersebut tidak terbukti setelah Tim gabungan Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk dua remaja berinisial N (17) si eksekutor dan MR (20) sebagai joki. Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Bekasi Iptu I […]

  • Migrant Care Kebumen

    Migrant Care Kebumen Sosialisasikan Hasil Survey Kondisi Ekonomi dan Perlindungan Sosial Purna Pekerja Migran

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.998
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Migrant Care Kebumen telah selesai melakukan survey terhadap perlindungan sosial dan kondisi dan potensi ekonomi produktif para purna pekerja migran di Kebumen. Survey menyasar di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan yakni Desa Pandanlor, Tanggulangin, Tambakprogaten, dan Desa Jogosimo Kecamatan Klirong. Kemudian Desa Krandegan Kecamatan Puring dan Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan. […]

expand_less