Workshop Public Speaking: Saatnya Tampil Percaya Diri dan Terampil Berkomunikasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 28 Sep 2025
- visibility 519
- comment 0 komentar

Peserta pelatihan public speaking foto bersama. (Foto: IPNU-IPPNU UMNU)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen bersama Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Public Speaking. Kegiatan bertema “Saatnya Tampil Percaya Diri dan Terampil Berkomunikasi” berlangsung di Aula UMNU Kebumen, Minggu 28 September 2025.
Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UMNU Kebumen Dr H Imam Satibi MPdI ini diikuti oleh pelajar SMK/SMA se-Kebumen juga mahasiswa baru UMNU Kebumen. Workshop menghadirkan dua narasumber yakni Gina Sila Nuryana SM (Senior DPD Wimnus Jateng dan MC Profesional) dan Maulana Yusuf SPd. (Speakerpreneur Jawa Tengah).
Keduanya menghadirkan pembawaan yang segar, interaktif, dan memotivasi. Porsi kegiatan didominasi praktik 80% praktik dan 20% teori. Gina Sila, yang juga berpengalaman sebagai MC profesional, mengajak peserta langsung berlatih berbicara, mengatur intonasi, ekspresi, gestur tubuh, serta mengelola rasa gugup di hadapan audiens.
Metode ini membuat suasana workshop terasa dinamis. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga aktif terlibat, diminta tampil satu per satu, atau berkelompok, untuk mempraktikkan teknik yang dipelajari. Suasana aula sesekali pecah oleh gelak tawa ketika ada peserta yang tampil dengan gaya unik, namun justru menjadi pembelajaran berharga.
Sementara itu, sesi bersama Maulana Yusuf menekankan pada pentingnya mengembangkan pola pikir komunikatif, bagaimana membangun keterhubungan dengan audiens, dan menjadikan public speaking sebagai sarana membangun relasi.
Antusiasme peserta terlihat jelas. Banyak di antara mereka yang berani mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, bahkan tampil spontan di depan audiens meskipun awalnya sempat ragu. Interaksi dua arah ini membuat suasana hidup, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya ruang latihan nyata bagi mahasiswa.
Landasan Mental dan Spiritual Seorang Komunikator
Rektor UMNU Dr Imam Satibi dalam sambutannya menekankan bahwa public speaking merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa di era sekarang. Namun, keterampilan ini tidak cukup dengan menguasai teknik berbicara. Seorang komunikator sejati harus memiliki landasan mental dan spiritual yang kuat. Ia mengaitkan hal tersebut dengan ajaran tasawuf, yakni konsep takhalli, tahalli, dan tajalli.
Menurut penjelasannya, takhalli adalah proses membersihkan diri dari sifat-sifat tercela seperti rasa malas, minder, takut, atau sikap ragu yang sering menjadi penghalang utama ketika seseorang tampil berbicara di depan umum.
Setelah itu, seseorang perlu masuk ke tahap tahalli, yaitu mengisi diri dengan sifat-sifat mulia, seperti keberanian, percaya diri, kedisiplinan, dan sikap terbuka. Tahap terakhir adalah tajalli, yakni lahirnya pancaran kepribadian yang kuat dan menenangkan, sehingga audiens bukan hanya mendengar kata-kata, tetapi juga merasakan energi positif yang terpancar dari pembicara.
“Kemampuan berbicara bukan sekadar teknik, tetapi juga hasil dari proses penyucian diri, pengisian nilai, hingga lahirnya pribadi yang mampu memberi pengaruh baik,” tegasnya.
Kampus Jadi Ruang Mengembangkan Potensi Diri
Dalam kesempatan itu, Tim PMB UMNU Kebumen Toha Masrur SHI MH menyampaikan sosialisasi tentang program kampus. Ia menegaskan bahwa UMNU bukan hanya tempat menimba ilmu secara akademis, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi diri, termasuk keterampilan komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial.
Workshop yang berlangsung hingga menjelang siang ini memberikan lebih dari sekadar pengetahuan. Peserta mendapatkan sertifikat, e-book materi, hingga snack. Tetapi yang paling penting adalah pengalaman nyata tampil dan belajar secara langsung.
Bagi mahasiswa UMNU, kegiatan ini menjadi momentum untuk memahami bahwa public speaking bukan hanya keterampilan teknis, melainkan juga seni yang lahir dari perpaduan keahlian, karakter, dan spiritualitas.
“Kegiatan ini sebagai wadah melatih keterampilan komunikasi sekaligus membangun kepercayaan diri mahasiswa,” ujar Ketua PK IPNU UMNU Kebumen Sigit Setiawan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UMNU mampu membangun rasa percaya diri, mengasah keterampilan komunikasi, serta mempraktikkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya siap tampil di depan umum, tetapi juga siap menjadi generasi yang mampu membawa perubahan melalui komunikasi yang cerdas, beretika, dan menginspirasi. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar