Hadiri SLG di Desa Tambakmulyo, Kepala BMKG Jelaskan Alasan Korban Selamat dari Gempa di Jepang Tinggi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Anggota DPR RI Lasmi Indaryani meresmikan peta evakuasi tsunami di Desa Tambakmulyo Puring. (Foto: Hari)

PURING (KebumenUpdate.com) – Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD mengatakan bahwa dalam kesiapsiagaan bencana, pihaknya belajar dari Jepang. Di mana masyarakat Jepang yang selamat dari gempa dan tsunami, 95% karena berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, atau ditolong keluarga maupun lingkungannya.

“Sedangkan yang diselamatkan pemerintah (SAR dan BNPB) hanya 5%,” kata Dwikorita Karnawati saat membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami tahun 2023 di Gedung Serbaguna Mulya Abadi Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring, Sabtu 30 September 2023.

Bacaan Lainnya

Baca juga: BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Ubah Mindset Bukan Mencari Ikan, Tapi Datang Menangkap Ikan

Anggota DPR RI Lasmi Indaryani memukul gong untuk membuka Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Desa Tambakmulyo Puring. (Foto: Hari)

Menurutnya, kegiatan sekolah lapang gempa (SLG) yang diikuti 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat ini berdasarkan hasil pemetaan dan pencocokan data monitoring kegempaan, di mana pesisir selatan Jawa teridentifikasi memiliki potensi gempa bumi dengan magnitudo 8,7.

“Kita bicara untuk persiapan, sehingga standarnya adalah skenario yang terburuk. Bukan berarti itu akan terjadi. Ini hanya kesiapan. Sehingga Desa Tambakmulyo atau pesisir selatan Jawa Tengah disiapkan untuk menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami,” lanjut mantan rektor UGM periode 2014-2017 tersebut.

Pos terkait