Gaji TKI Habis untuk Beli Sabu, Kini Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Narkoba
Tersangka dimintai keterangan oleh Kasat Narkoba Polres Kebumen. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com)  – Pulang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia bukannya membawa uang untuk masa depan. Pemuda berinisial AH (22) warga Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren, Kebumen ini justru membawa kebiasaan buruk yakni mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Penuturan AH, dia sudah kecanduan sabu-sabu sejak lama ketika dia bekerja menjadi TKI di Malaysia. Tragisnya gajinya sebagai TKI tak pernah terkumpul melainkan habis untuk membeli barang haram tersebut.  Di Malaysia kata dia lebih mudah mencari barang tersebut daripada Indonesia.

Berita Lainnya

1. Ditangkap di Kamar Hotel Usai Konsumsi Sabu

Belum lama ini, AH ditangkap jajaran Satnarkoba Polres Kebumen di sebuah kamar hotel di Puring sesaat setelah mengkonsumsi sabu. Dari hasil penggeledahan, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti berupa satu paket sabu yang dikemas dalam plastik klip warna bening, handphone android, serta uang tunai Rp 250.000.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba AKP Paryudi mengatakan, tersangka ditangkap dalam Operasi Antik di Desa Tambakmulya Kecamatan Puring, Kamis 25 Maret 2021..

“Penangkapan kepada tersangka bermula dari informasi masyarakat,” jelas AKP Paryudi didampingi Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman, Jumat 7 Mei 2021.

2. Tersangka Mengaku Barang Milik Teman 

Kepada polisi tersangka mengaku jika barang tersebut milik temannya berinisial KM yang kini berstatus sebagai daftar pencarian orang. Tersangka dimintai tolong oleh KM untuk membelikan satu paket sabu dengan imbalan uang Rp 200.000 serta bonus mengkonsumsi sabu bersama.

Mendapatkan tawaran itu, AH bersemangat mencarikan barang terlarang melalui seseorang yang kini juga berstatus tersangka.

3. Senang Mendapat Teman Sesama Pemakai

Dia mengaku senang mendapatkan teman sesama pemakai sabu di Kebumen. Alasannya dia bisa lebih berhemat saat akan mengkonsumsi sabu yang harganya terbilang mahal tersebut.

“Ya senang Pak. Saya dapat upah uang, juga dapat bonus mengkonsumsi sabu. Lumayan,” celetuk tersangka.

Kini tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling lama 20 tahun. Adapun denda paling banyak Rp 10 miliar. (win)

Berita Terkait