Breaking News
light_mode
Beranda » News » Ekonomi Bisnis » Warga Kembangsawit Ambal Serbu Gerakan Pangan Murah, Harga Lebih Miring dari Pasar

Warga Kembangsawit Ambal Serbu Gerakan Pangan Murah, Harga Lebih Miring dari Pasar

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
  • visibility 745
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

AMBAL (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bekerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Petani (BUMP), dan distributor bahan pokok menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Masjid Hidayaturrosyidin, Desa Kembangsawit, Kecamatan Ambal, Selasa 18 Maret 2025.

Adapun kegiatan GPM yang digelar bersamaan dengan acara pengajian duha, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian sayuran gratis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Edi Rianto, yang mewakili Bupati Kebumen Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa masjid memiliki peran penting dalam memakmurkan warganya.

“Kenapa kita adakan di lingkup masjid, karena masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi umat,” ujar Sekda Edi.

Edi menjelaskan, kegiatan GPM rutin diadakan oleh Pemkab Kebumen, terutama menjelang Idulfitri. Tujuannya adalah membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga murah atau terjangkau.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat secara langsung.

“Tadi kita lihat masyarakat sangat antusias. Komoditas pangan yang dijual laris manis sejak pagi,” ucapnya.

Menurut Edi, komoditas pangan yang disediakan dalam GPM sebagian diambil dari hasil petani lokal, seperti gula, telur, minyak goreng, ayam, bawang putih, dan bawang merah. Jumlahnya mencapai ratusan kilogram.

Lebih lanjut, Sekda Edi mengatakan bahwa GPM juga dilaksanakan di wilayah-wilayah kantong kemiskinan ekstrem, yaitu di 106 desa rawan pangan, yang terdiri dari 91 desa miskin ekstrem dan 15 desa rawan pangan.

Hal ini didukung dengan kegiatan operasi pasar sebagai upaya pengendalian gejolak kenaikan harga beras di pasaran.

Pada GPM kali ini, bahan pokok yang dijual harganya jauh lebih murah daripada di pasar. Misalnya beras Rp10.600 per kilogram, telur Rp22.500 per kilogram, bawang merah Rp17.000 per kilogram.

Lalu bawang putih Rp30.500 per kilogram, cabai rawit Rp36.600 per kilogram, minyak goreng Rp14.000 per 480 mililiter, dan gula pasir Rp14.500 per kilogram.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akar Gigi

    Akar Gigi, Fungsi dan Gangguan yang Perlu Kamu Ketahui

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 414
    • 0Komentar

    AKAR gigi adalah struktur gigi paling dalam yang berfungsi sebagai penopang dan pengikat gigi pada tulang rahang. Akar gigi tidak bisa terlihat karena tertutupi oleh gusi. Meski demikian, bagian ini tetap bisa terlihat jika terjadi kerusakan pada lapisan gigi bagian atas. Akar gigi memiliki saluran yang berisi pulpa, yakni saluran dan rongga di dalam gigi […]

  • Balita di Tanuraksan Hanyut di Saluran Irigasi, Begini Nasibnya

    Balita di Tanuraksan Hanyut di Saluran Irigasi, Begini Nasibnya

    • calendar_month Sel, 2 Jul 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.089
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Bocah balita tenggelam dan hanyut terbawa arus di saluran irigasi di Kampung Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kebumen, Selasa (2/7) sekitar pukul 10.15 wib.  Korban diketahui bernama Zaki Amrullah (4) warga RT 07 RW 01 desa setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Sunarko (42) warga setempat. Saat itu Sunarko sedang duduk di bangku […]

  • Longsor Majenang

    Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mudahkan Pencarian Korban Longsor Majenang

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 489
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan di langit Cilacap untuk menekan potensi hujan dan mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan OMC sudah dilakukan guna membantu tim SAR bekerja lebih optimal. “Semoga hari ini cuaca cerah, sehingga pencarian korban bisa […]

  • Kapolres Sambangi Pos Pengamanan Lebaran, Arus Lalu Lintas Masih Terkendali

    Kapolres Sambangi Pos Pengamanan Lebaran, Arus Lalu Lintas Masih Terkendali

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen telah menyiapkan tiga jalur mudik mulai dari jalur nasional, jalur lingkar, dan jalur pansela. Dari pengamatan pada Sabtu 6 April 2024, Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Koyim Maturrohman optimis arus lalu lintas bisa dikendalikan. “Di Kebumen telah disiapkan tim urai kemacetan. Jadi jika ditemukan kepadatan […]

  • FOMO

    FOMO: Ketakutan Ketinggalan Momen yang Menggerogoti Kesehatan Mental

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 581
    • 0Komentar

    SCROLL media sosial, lihat teman liburan, nongkrong, sukses di usia muda—lalu kamu merasa tertinggal? Itu bukan hal aneh. Kamu mungkin sedang mengalami FOMO (Fear of Missing Out), atau rasa takut ketinggalan momen yang dianggap penting. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Salore pafisalore.org menyebutkan FOMO menjadi fenomena yang sangat relevan di kalangan anak muda saat ini. […]

  • Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati KH Yazid Mahfudz. (Foto: Humas Kebumen)

    Pengolahan Limbah B3 Covid-19 Jadi Perhatian Anggota DPR RI

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.466
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pandemi Covid-19 berdampak sangat luas tak terkecuali pada lingkungan hidup. Pasalnya, penanganan pasien Covid-19 juga menghasilkan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) infeksius Covid-19 pada fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya komponen pengaman paramedis dalam menangani pasien Covid-19 merupakan bahan sekali pakai. Salah satunya adalah menghasilkan sampah alat pelindung diri […]

expand_less