Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mudahkan Pencarian Korban Longsor Majenang
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 16 Nov 2025
- visibility 365
- comment 0 komentar

Proses pencarian korban longsor Majenang menggunakan alat berat. (Foto: Humas Jateng)
CILACAP (KebumenUpdate.com) – Operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan di langit Cilacap untuk menekan potensi hujan dan mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan OMC sudah dilakukan guna membantu tim SAR bekerja lebih optimal.
“Semoga hari ini cuaca cerah, sehingga pencarian korban bisa berlangsung maksimal,” ujar Luthfi saat meninjau lokasi pencarian, Minggu 16 Nopember 2025.
Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menjelaskan keberhasilan OMC sangat dipengaruhi arah angin. Karena itu, tim ahli BMKG dilibatkan untuk memastikan awan yang terbentuk tidak membawa potensi hujan.
“Jika arah angin sesuai prediksi, hujan tidak akan turun atau hanya rintik. Namun jika meleset, hujan tetap bisa terjadi,” katanya.

Cuaca Jadi Kendala Utama Pencarian Korban Longsor
Budi berharap upaya modifikasi cuaca dapat mengurangi intensitas hujan di area longsor yang kini masih menjadi lokasi pencarian 12 korban. Tim gabungan terus bekerja membuka akses dan menyingkirkan material longsoran.
Kalakhar BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menambahkan, cuaca menjadi kendala utama pencarian di hari keempat. Operasi SAR hanya bisa berjalan pukul 06.00–18.00 WIB.
“Dengan evaluasi cuaca yang ada, BNPB melakukan OMC untuk mengurangi hujan di lokasi,” jelasnya.
Data Basarnas menyebutkan, 11 korban hilang telah ditemukan, sementara 12 orang masih dalam pencarian. Pembaruan data resmi menunggu rilis Basarnas.

Gubernur Imbau Warga Waspada Ancaman Bencana
Gubernur Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di wilayah pegunungan dan rawan longsor.
“Kami minta masyarakat tetap waspada,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan bupati/wali kota serta BPBD setempat untuk memperkuat mitigasi dan memetakan daerah rawan bencana. “Peta kerawanan harus dibagikan kepada masyarakat agar mereka lebih siap,” tegasnya.
Terkait penanganan longsor di Cibeunying, Luthfi memastikan prioritas utama adalah pencarian korban hilang dan evakuasi penyintas. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan berbagai instansi terus menyisir lokasi.
“Alat berat sudah diturunkan. Kita berdoa agar korban yang belum ditemukan berada dalam keadaan selamat,” tuturnya.
Di sisi lain, bantuan logistik telah dikirim dan dapur umum mulai beroperasi. Tim juga menyiapkan langkah pemulihan pascabencana bagi warga terdampak.
Longsor terjadi pada Kamis 13 Nopember 2025 sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material longsor menimbun permukiman, menyebabkan penurunan tanah dua meter dan retakan sepanjang 25 meter. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar