

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para alumni SMP Negeri Kutowinangun, Kebumen membentuk Alumni Infaq Club (AIC) sebagai wadah bagi para alumni yang peduli dengan anak yatim dan kaum dhuafa. Belum genap sebulan terbentuk, AIC yang dimotori oleh para alumni angkatan 1981 itu langsung melakukan debutnya.
Pada bulan suci Ramadan 1441 H, AIC SMPN Kutowinangun memberikan santunan berupa 160 paket sembako dan uang tunai. Santunan diberikan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan itu dihimpun dari para alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai Kebumen, Jakarta, Pontianak, Sulawesi, Malang, Lampung, hingga Kuwait. Mereka bersama-sama memberikan sebagian rejeki untuk mereka yang membutuhkan.

Santunan disalurkan salah satunya kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa di Panti Asuhan Putra Mandiri Pejagoan, Senin 18 Mei 2020. Acara sekaligus buka puasa bersama. Selain di panti asuhan, santunan diberikan di lingkungan SMPN Kutowinangun, Kuwarisan, Jebor, Lundong, Sudagaran, Mekarsari, Surobayan, Sidoluhur, Ambal, Tanjungmeru, Jogopaten, Kembang Sawit, Banjur Pasar, Ampih.
“Santunan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban anak-anak yatim dan dhuafa,” ujar Ketua AIC SMPN Kutowinangun Zein Musta’in didampingi Bendahara AIC Supriyati Handayani di sela-sela penyerahan santunan.
Zein Musta’in yang juga Direktur PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen itu membenarkan bahwa AIC baru terbentuk tiga minggu yang lalu tepatnya 29 April 2020 melalui chat di WhatsApp Group (WAG) Alumni SMP N Kutowinangun. Disepakati menunjuk formatur dirinya dan Supriyati Handayani yang selanjutnya disetujui sebagai Ketua dan Bendahara AIC SMP N Kutowinangun.

AIC berkantor di SMP N 1 Kutowinangun Jalan Stasiun Nomor 04 Kutowinangun. Wadah ini dibentuk dengan tujuan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, peduli anak yatim dan kaum dhuafa. Hal tersebut sesuai dengan motto AIC SMP N Kutowinangun, “Bahagia dengan Bekerja dan Ibadah, Berbagi Bersama Anak Yatim dan Kaum Dhuafa”.
“Kami terketuk dan tergerak di lingkungan kita khususnya para alumni masih banyak yang perlu bantuan. masalah sosial ekonomi ataupun yang terdampak langsung dengan pandemi Covid 19 ini,” ujar Zein Musta’in berharap ke depan AIC tidak hanya alumni angkatan 1981 saja.

Sekretaris Panti Putra Mandiri Lestari SPdI MPsi mengapresasi alumni SMPN Kutowinangun yang peduli kepada kaum dhuafa, anak yatim di panti asuhan Putra Mandiri. Dia berharap ke depan apa yang dilakukan oleh para alumni SMPN Kutowinangun terus berkelanjutan
“Bantuan tidak hanya dalam bentuk sembako. Kami terbuka jika misalnya dalam bentuk pelatihan atau yang bersifat pemberdayaan,” ujar Lestari didampingi pengurus lainnya. (ndo)
News & Inspiring