Soto Kored hingga Es Teler So Sweet Hadir di Festival Kuliner Kebumen 2026, Resmi Dibuka Bupati Lilis Nuryani
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 18 Agu 2026
- visibility 614
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Festival Kuliner Kebumen 2026 resmi dibuka oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Selasa 18 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kebumen Fest yang diselenggarakan mulai 18 hingga 23 Agustus 2026 di area parkir barat Alun-Alun Pancasila, Kebumen.
Ajang kuliner ini menghadirkan 54 tenant pilihan yang menyajikan berbagai hidangan terbaik khas Kebumen. Seluruh peserta telah melalui proses kurasi ketat oleh pemerintah daerah.
Beberapa menu unggulan yang dapat dinikmati pengunjung di antaranya Soto, Nasi Kebuli, Nasi Goreng, Bakso Bejo, Seblak, Bubur, serta aneka minuman segar seperti Es Teler dan Susu Kedelai.
“Festival Kuliner Kebumen 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan serta mempromosikan produk-produk unggulan pelaku UMKM lokal agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kami berharap ajang ini tidak hanya memanjakan lidah para pecinta kuliner, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian daerah,” ujar Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Kepala Disperindag KUKM Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, menjelaskan bahwa ke-54 UMKM yang berpartisipasi telah melalui tahap verifikasi dan kurasi mendalam yang melibatkan masukan dari masyarakat.
Para pelaku usaha ini berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen, mulai dari Prembun hingga Gombong.
“Cukup di satu tempat, masyarakat bisa mencicipi 54 jenis kuliner pilihan. Kami mengundang seluruh warga untuk hadir, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya hingga Minggu mendatang,” ujar Haryono.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas bagi pelaku UMKM diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun oleh Pemda. Kebijakan ini bertujuan agar para pedagang tidak perlu menaikkan harga jual produk mereka, sehingga harga makanan dan minuman tetap terjangkau bagi masyarakat.
Hal senada disampaikan oleh Samsul, pemilik usaha Es Teler So Sweet. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem pendataan dan kurasi berbasis popularitas di media sosial yang dilakukan oleh dinas terkait.
“Kami tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Karena tidak ada beban biaya sewa tempat, harga jual produk kepada konsumen bisa tetap sama dan terjangkau,” ungkap Samsul.
Pihak penyelenggara menargetkan kunjungan harian sekitar 1.000 orang untuk melayani 54 tenant tersebut, dengan total target mencapai 5.000 pengunjung selama festival berlangsung.
Terkait keberadaan fasilitas Kapal Mendoan yang sebelumnya telah disediakan khusus bagi UMKM, pihak dinas memastikan bahwa pangsa pasar kedua wadah tersebut berbeda, dan festival ini khusus diselenggarakan selama enam hari ke depan. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar