Geofest 2025 Resmi Dibuka di Kebumen, Ajak Dunia Lestarikan Bumi
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 10 Jul 2025
- visibility 1.328
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sambutan hangat, “Selamat datang di Kebumen, tempat di mana batu pun bisa berbicara tentang sejarah,” dari Bupati Lilis Nuryani secara resmi membuka hajatan akbar The 6th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2025 di Pendopo Kabumian, Rabu 9 Juli 2025.
Selama empat hari, mulai tanggal 9 hingga 12 Juli 2025, Kebumen akan menjadi panggung bagi para pakar geologi, penggiat pariwisata, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk membahas masa depan bumi dan pariwisata berkelanjutan.

Geofest 2025 resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, disaksikan Bupati Lilis Nuryani dan Direktur Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin. (Foto: Hari)
Geofest 2025, yang mengusung tema “Discover Geological Wonders: Promoting Geotourism and Resilience,” merupakan inisiatif kolaboratif antara Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp), Pemerintah Kabupaten Kebumen, Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), serta berbagai mitra lainnya. Acara ini dirancang untuk memajukan sektor pariwisata berbasis edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pembukaan Geofest 2025 dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Perwakilan Kementerian PPN/Bappenas Togu Pardede, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Agustin Peranginangin, Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah, serta dari IWAKK Walet Emas Jakarta.
Perwakilan bupati dan walikota dari seluruh Indonesia juga turut hadir, termasuk Bupati Pasaman Barat, Yulianto yang hadir langsung di lokasi.
Adapun dalam konferensi internasional akan menghadirkan pembicara kelas dunia seperti Prof (Em. UKM) Dato’ Ibrahim Kamoo, Ph.D, FASC, FIGM dari Malaysia, Dr Soojae Lee dari Korea Selatan, dan Dr Jaruwan Daengbuppha dari Thailand.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Kebumen sebagai tuan rumah.
“Kami merasa terhormat karena Kebumen terpilih sebagai tuan rumah Geofest 2025. Sebuah perhelatan penting yang membawa semangat persaudaraan, pelestarian, dan kemajuan. Semoga dari tanah yang sederhana ini, lahir pemikiran-pemikiran besar demi bumi yang lestari dan masyarakat yang berdaya,” ujarnya.
Ia juga mengajak dunia untuk lebih mengenal Kebumen, menjalin kerja sama, membangun pariwisata berkelanjutan, dan bersama-sama menjaga bumi.
Menjaga Lingkungan di Tengah Pembangunan
Senada dengan Bupati Lilis, Gubernur Jawa Tengah, yang diwakili oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, menyampaikan selamat kepada Kabupaten Kebumen atas pengesahan sebagai UNESCO Global Geopark. Sumarno menekankan pentingnya geopark sebagai strategi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Dengan berdalih pembangunan, sudah kita rasakan semua dampaknya. Kalau bicara kerusakan lingkungan, rasanya pening. Menghentikan saja susah apalagi mengembalikan seperti semula,” kata Sumarno, mengajak para peserta untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam.
Rangkaian acara Geofest ke-6 ini menawarkan beragam kegiatan menarik, antara lain International Conference, Workshop, Geotourism Festival and Expo, serta Fieldtrip yang akan membawa peserta menjelajahi keindahan geologi Kebumen.
Workshop Pengembangan Geopark: Mempersiapkan Masa Depan
Sebelum acara pembukaan utama, pada hari yang sama, telah dilaksanakan “Workshop on Geopark & Geotourism Development” di Trio Azana Style Hotel, Kebumen.
Workshop ini diorganisir oleh Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola geopark, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait dalam pengelolaan geopark dan pengembangan geowisata.
Para narasumber berpengalaman yang mengisi workshop ini adalah Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D. (Ketua Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia), Aries Kusworo, S.T., M.T. (Evaluator Geopark Nasional), Abdillah Baraas, S.T., M.T. (Manajer Umum UNESCO Global Geopark Ijen), dan Iben Yuzenho, S.P., M.B.A., M.Sc. (Pendiri dan CEO Sebumi-Sejiwa).
Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman jelas tentang prosedur aplikasi, evaluasi, dan revalidasi UNESCO Global Geopark, keterampilan dalam menyiapkan dokumen penilaian mandiri, pengetahuan praktis dalam geointerpretasi, pengembangan rute geowisata, serta strategi promosi dan branding destinasi geowisata.
Workshop ini diharapkan menjadi wahana inspiratif untuk mendorong pengembangan kawasan geopark, khususnya di wilayah-wilayah yang tengah mengajukan diri sebagai Geopark Nasional maupun UNESCO Global Geopark.
Kebumen sebagai Destinasi Geowisata Unggulan
Pengumuman tuan rumah Geofest 2026 yang akan datang, yaitu Raja Ampat, Kaldera Toba, dan Lombok, menjadi penutup acara pembukaan yang meriah. Tak ketinggalan, pertunjukan seni daerah dari paduan suara SMAN 1 Kebumen, Tari Lawet, dan kreasi pelaku seni Kebumen turut memukau para hadirin.
Kegiatan Geofest 2025 ini secara keseluruhan diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Kebumen sebagai wilayah yang kaya potensi keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), sekaligus sebagai destinasi geowisata unggulan di Indonesia yang berbasis alam dan warisan geologi. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar