Petani Biarkan Tanaman Tomat Mengering, Alasannya Bikin Sedih

Tanaman Tomat, Petani, Harga Tomat Anjlok,
Tanaman tomat yang dibiarkan mengering. (Foto: Istimewa)

PURING (KebumenUpdate.com) –  Sebagian petani tomat di Kebumen memilih membiarkan begitu saja tanaman yang sudah berbuah. Seperti dilakukan Ambar Fatmawati (43) seorang petani tomat di Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring, Kebumen yang mengaku terpaksa membiarkan tanamannya mengering.

Bahkan dia menyedekahkan  buah tomat yang ada kepada masyarakat. Warga yang membutuhkan diijinkan untuk mengambil tomat di ladangnya.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Kejari Kebumen Didorong Tuntaskan Kasus Mafia Pupuk

Dari pantauan di lapangan, seluruh daun tanaman tomat seluas 40 ubin di kebun milik Ambar tampak sudah mengering. Namun demikian beberapa buah tomat masih terlihat merah, bahkan beberapa masih segar. Buah tomat masih dapat dikonsumsi dengan baik dan rasanya pun masih enak.

Lalu apa penyebab, petani  tak lagi merawat tanamannya? Ternyata alasannya bikin sedih. Bagaimana tidak, rendahnya harga jual tomat di tingkat petani benar-benar tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi pertanian.

Karena tidak imbang antara biaya perawatan dengan harga hasil panen, pertani memilih membiarkan tanamannya.

Harga Tomat di Tingkat Petani Rp 1.000/Kg

Menurut Ambar, harga tomat anjlok sejak beberapa bulan lalu. Melihat harga yang sangat murah itu, dia pun tidak lagi semangat untuk merawat tanaman miliknya. Sejak pertama panen harga sudah Rp 1.000 per kilogram.

“Jelas rugi. Padahal jika harga bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram saja petani masih untung,” tuturnya, baru-baru ini.

Pos terkait