Herwin Kunadi Nahkodai MES Kebumen, Kebumen Dibidik Jadi Sentra Ekonomi Syariah Jateng Selatan
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar

Herwin Kunadi SH foto bersama peserta Musda MES Kebumen. (Foto: Dedy)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Herwin Kunadi SH dipercaya memimpin Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kebumen periode 2026-2031. Di bawah kepemimpinannya, Kebumen dibidik berkembang menjadi salah satu sentra ekonomi syariah di Jawa Tengah bagian selatan, dengan penguatan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren, dan pariwisata ramah muslim.
Herwin terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) MES Kebumen yang berlangsung di Gedung Pascasarjana IAINU Kebumen, Rabu (30/9/2026). Ia mengatakan amanah tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai ulama, akademisi, birokrat, hingga kalangan profesional.
“Kami berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah ke depan dan bersinergi dengan berbagai pihak, di antaranya ulama, akademisi, birokrat, hingga profesional,” ujar Herwin.
Mantan Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kebumen periode 2021-2024 itu menegaskan, MES tidak boleh berhenti pada kegiatan organisasi. Kehadiran MES harus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, kepengurusan baru akan memprioritaskan pengembangan UMKM, industri halal, literasi dan inklusi keuangan syariah, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan komunitas.
Herwin juga akan menyelaraskan program kerja MES Kebumen dengan MES Jawa Tengah. Edukasi mengenai sertifikasi halal, ekonomi syariah, dan pengembangan industri menjadi sejumlah agenda yang akan didorong.
“Kita akan mencoba mensinkronkan program kerja dengan Provinsi Jawa Tengah, seperti bagaimana mengedukasi masyarakat tentang sertifikasi halal, ekonomi syariah hingga pembahasan pengembangan industri,” jelasnya.
Dalam membangun kepengurusan lima tahun ke depan, Herwin akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi. Program kerja kepengurusan sebelumnya juga akan dievaluasi untuk menentukan agenda yang masih relevan.
“Kalau program lama ternyata bagus dan masih relevan, maka akan kita pertahankan. Kemudian kita akan membuat program-program baru yang lebih inovatif dan bermanfaat saat ini,” katanya.
Ekonomi Syariah Dinilai Terus Berkembang
Herwin melihat ekonomi syariah memiliki peluang pertumbuhan yang semakin besar. Perkembangan tersebut ditandai dengan meningkatnya literasi masyarakat dan ketertarikan generasi muda terhadap ekonomi berbasis syariah.
“Ekonomi syariah ini menarik karena pemberdayaan ekonomi saat ini berbasis syariah mulai digemari masyarakat. Literasi sudah banyak dan anak muda mulai beralih dari konvensional ke syariah,” ungkapnya.
Semangat tersebut akan menjadi bagian dari arah kepengurusan MES Kebumen dengan membawa tagline MES Jawa Tengah, yakni inklusif, progresif, dan inovatif.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah Rezza Arief Budy Artha SSos MBA mengatakan bahwa Kebumen memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra ekonomi syariah di kawasan selatan Jawa Tengah. Posisi Kebumen di jalur pantai selatan serta potensi sektor ekonomi masyarakat menjadi modal untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah.
“Kebumen memiliki tempat yang sangat strategis di Jawa Tengah, yaitu di tengah kawasan pantai selatan, sehingga Kebumen bisa menjadi sentra ekonomi syariah di Jawa Tengah bagian selatan,” kata Rezza.
Ia menjelaskan, ekonomi syariah saat ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibanding sektor perbankan. Industri halal, fashion muslim, ekonomi pesantren, UMKM, hingga pariwisata menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
“Kebumen punya itu semua, jadi Kebumen sangat berpotensi dikembangkan menjadi sentra ekonomi syariah di Jawa Tengah bagian selatan,” jelasnya.
Pariwisata Ramah Muslim Jadi Peluang
Rezza juga melihat sektor pariwisata sebagai salah satu peluang yang dapat dikembangkan Kebumen. Konsep pariwisata ramah muslim tidak hanya menyangkut destinasi, tetapi juga kesiapan layanan, termasuk kuliner halal dan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim.
“Jika semua kebutuhan halal umat muslim itu terpenuhi, maka akan semakin banyak pengunjung muslim datang ke Kebumen. Saya rasa Kebumen sangat cocok untuk pengembangan sentra pariwisata halal atau ramah muslim di Jawa Tengah bagian selatan,” pungkasnya.
Pengembangan ekonomi syariah tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan secara terpadu. MES Kebumen di bawah kepengurusan Herwin Kunadi periode 2026-2031 selanjutnya akan menerjemahkan agenda tersebut melalui program penguatan pelaku usaha, industri halal, literasi keuangan syariah, ekonomi pesantren, dan potensi pariwisata daerah. *** Makin Tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar