Menanti Realisasi dari Festival Aspirasi BAM DPR RI untuk Mitigasi Bencana di Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 84
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kabupaten Kebumen memiliki karakteristik geografis dan geologi yang kompleks, yang menempatkannya pada kerentanan tinggi terhadap berbagai potensi bencana alam.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, dalam sesi penyerapan aspirasi pada acara Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI terkait kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Kebumen, Senin 5 Oktober 2026.
Edi memaparkan, wilayah Kebumen berhadapan langsung dengan Zona Subduksi Indo-Australia di selatan sepanjang 58 kilometer, kawasan perbukitan di utara, serta dataran rendah di tengah.
Secara keseluruhan, tercatat ada 11 potensi ancaman bencana yang harus dikelola, mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, likuefaksi, banjir, hingga wabah penyakit.
Berdasarkan data 2021 hingga triwulan III 2026, bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir mendominasi kejadian di Kebumen. Kerusakan fisik tertinggi akibat longsor mencapai Rp9,1 miliar, sementara kerugian ekonomi terbesar disumbangkan oleh banjir yang mencapai Rp16 miliar. Selain itu, kerusakan daerah irigasi (DI) yang mencapai 2.289 hektar turut memperparah risiko banjir berulang.
Dalam sesi yang sama, Komandan Tim SAR Lawet Perkasa, Bejo Priyono, menyampaikan aspirasi mendesak agar kebutuhan mendasar mitigasi di Kebumen segera direalisasikan tanpa birokrasi yang berbelit. Ia juga menyoroti kondisi alat peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang sudah tidak normal serta mendesak perbaikan breakwater di Pantai Logending yang sangat penting bagi keselamatan sekitar 3.000 nelayan setempat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Keuangan Sekretariat Utama BNPB, Pambudi Suroyo Jati, mengapresiasi langkah Pemkab Kebumen yang berhasil meningkatkan kapasitas daerah dalam menekan risiko bencana.
BNPB menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengadaan sarana, prasarana, serta peralatan penanggulangan bencana secara bertahap, termasuk usulan kendaraan operasional dan alat evakuasi.
“Jadi nanti bertahap gitu. Paling nggak dari 5 permintaan ada 1 atau 2 lah gitu ya,” jelas Pambudi merespons kebutuhan di Kabupaten Kebumen untuk mitigasi bencana.
Sementara itu, Wakil Ketua BAM DPR RI, Taufiq R. Abdullah, menegaskan bahwa lembaganya akan mengawal seluruh aspirasi yang dihimpun melalui festival ini. BAM DPR RI akan mendorong komisi-komisi terkait di DPR untuk melakukan pengawasan, penganggaran, hingga evaluasi kebijakan.
“Apa yang muncul di sini akan kami formulasikan agar efektif dalam mendorong percepatan penyusunan kebijakan negara, baik yang terkait regulasi maupun penanganan teknis di lapangan,” pungkas Taufiq. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar