Potensi Tsunami hingga Megathrust Mengintai, Warga Kebumen Diminta Waspada
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kabupaten Kebumen berada dalam status siaga tinggi menyusul pemetaan kerawanan tahun 2026 yang mencatat adanya potensi 11 jenis bahaya bencana alam, mulai dari ancaman tsunami, tanah longsor, banjir bandang, hingga skenario gempa megathrust.
Menanggapi kerawanan ini, Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) turun langsung menggelar Festival Aspirasi BAM DPR RI di Kebumen, Senin, 5 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Potensi Bencana Alam di Kabupaten Kebumen” ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota BAM DPR RI, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal terkait, serta perwakilan elemen masyarakat.
Dalam forum tersebut, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, memaparkan data mengenai besarnya tantangan geografis Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan pemetaan 2026, tercatat potensi bahaya tsunami tingkat tinggi di 87 desa, tanah longsor tingkat tinggi di 101 desa, banjir bandang di 240 desa, serta cuaca ekstrem yang mencakup 357 desa.
Selain itu, garis pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia membuat ancaman gempa besar atau megathrust harus diantisipasi secara serius.
“Berdasarkan data pemetaan tahun 2026, potensi bahaya ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana di Kebumen perlu melihat kondisi setiap wilayah secara rinci. Kami membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat mitigasi, sistem peringatan dini, sarana jalur evakuasi, hingga kemampuan relawan,” ungkap Bupati Lilis.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua BAM DPR RI, Taufiq R. Abdullah, menegaskan bahwa kebencanaan adalah isu penting yang menyangkut keselamatan rakyat dan keberlangsungan infrastruktur nasional.
Kehadiran BAM DPR RI bersama unsur terkait—termasuk BNPB, BMKG, BBWS Serayu Opak, BPBD, dan Basarnas—bertujuan untuk menyerap aspirasi riil dan memastikan penanganan kebencanaan di pesisir selatan Jawa masuk dalam prioritas desain nasional.
“Data nasional menunjukkan ribuan kejadian bencana didominasi oleh faktor hidrometeorologi. Karena itu, forum ini kita buka seluas-luasnya agar masukan dari daerah dapat diformulasikan menjadi kebijakan negara dan dukungan anggaran yang tepat,” tegas Taufiq R. Abdullah.
Turut hadir dalam kegiatan ini para anggota BAM DPR RI, di antaranya Adian Napitupulu, Siti Mukaromah, dan Muhammad Haris.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi seminar dan penyerapan aspirasi dengan pembahasan bersama Kepala Biro Keuangan BNPB (Pambudi Suroyo Jati), instansi meteorologi-geofisika, serta pemangku kepentingan daerah untuk merumuskan langkah mitigasi konkret bagi masyarakat Kebumen ke depan. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar