Rido Firmansyah dan Salwa Kultsum Dinobatkan sebagai Jawara Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kebumen 2025
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 23 Jun 2025
- visibility 3.181
- comment 0 komentar

Salwa Kultsum dan Rido Firmansyah dinobatkan sebagai juara satu Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kebumen 2025. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Rido Firmansyah dari MAN 4 Kebumen dan Salwa Kultsum M dari SMAN 1 Gombong berhasil dinobatkan sebagai Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kebumen 2025.
Keduanya terpilih setelah melewati serangkaian seleksi ketat dalam Grand Final Pemilihan Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kabupaten Kebumen Tahun 2025 yang berlangsung di Pendopo Kabumian, Minggu 22 Juni 2025.

Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kebumen 2025 foto bersama dengan dewan juri dan asisten sekda. (Foto: Hari)
Perhelatan akbar ini diawali dengan sesi tanya jawab intensif dari dewan juri kepada 20 finalis terpilih. Berbagai isu seputar HIV-AIDS, mulai dari LGBT, edukasi, pencegahan, tes HIV, hingga stigma dan diskriminasi, dikupas tuntas untuk menguji pemahaman, kepribadian, dan kemampuan kepemimpinan para peserta.
Tiga pasang finalis terbaik berhasil melaju ke babak penentuan: Alfin Rizky Al Amiin (SMAN 1 Prembun) dan Dianing Pratiwi (SMAN 1 Prembun), Magna Agasyah (SMAN 1 Pejagoan) dan Kirana Yumna A (SMAN 1 Kebumen), serta Rido Firmansyah (MAN 4 Kebumen) dan Salwa Kultsum M (SMAN 1 Gombong).
Pada akhirnya, dewan juri menetapkan Rido Firmansyah dan Salwa Kultsum M sebagai Juara 1 Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kabupaten Kebumen 2025.
Posisi Juara 2 diraih oleh Magna Agasyah dan Kirana Yumna A, disusul oleh Alfin Rizky Al Amiin dan Dianing Pratiwi sebagai Juara 3.
Sementara itu, gelar juara favorit sukses direbut oleh Faza Arifin dan Alya Aisira H dari SMAN 2 Kebumen.
Motivasi Kuat dan Pengalaman Berkesan Para Juara
Rido Firmansyah, sang juara putra, menyampaikan bahwa motivasi terbesarnya dalam mengikuti ajang ini adalah sosok ibunya.
“Kemenangan ini saya persembahkan untuk ibu saya, sosok pahlawan yang menginspirasi, mendoakan, dan mendukung saya,” ujar Rido penuh haru.
Senada dengan Rido, Salwa Kultsum M juga memiliki motivasi kuat untuk berpartisipasi.
“Melihat kondisi di Kebumen banyak sekali kasus HIV-AIDS, maka saya hadir di sini untuk berpartisipasi dalam pencegahan, mengedukasi, dan mengembangkan diri untuk tampil di depan banyak orang,” jelas Salwa.
Keduanya berbagi pengalaman berkesan selama proses seleksi. Salwa mengaku seleksi tertulis menjadi momen paling berkesan baginya.
“Karena tidak menyiapkan terlalu banyak, tapi alhamdulillah bisa lolos dan juara,” tuturnya dengan senyum.
Program dan Pesan untuk Masyarakat
Sebagai Duta Pelajar, Rido dan Salwa telah menyiapkan program konkret untuk ke depan. Salwa berencana meluncurkan program “Madingku dan Maber” melalui media sosial, serta kegiatan offline.
“Untuk masyarakat, mari kita cegah bersama HIV-AIDS,” serunya.
Sementara Rido menekankan pentingnya peran pemuda.
“Anak muda harus jadi agen perubahan untuk menyuarakan pentingnya edukasi tentang HIV-AIDS. Kita lawan stigma,” tegasnya.
Apresiasi Bupati dan Komitmen Pencegahan HIV-AIDS
Bupati Lilis Nuryani turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia.
“Acara ini bukan hanya lomba, tapi gerakan bersama untuk peduli HIV-AIDS di lingkungan kita. Ini persoalan nyata dan perlu kita hadapi dengan tindakan tepat. HIV bukan hanya soal medis, tapi juga soal moral,” kata Bupati Lilis.
Kepada para finalis, Bupati berharap mereka dapat menjadi role model, agen perubahan, bertanggung jawab, dan mampu mengedukasi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan HIV-AIDS, termasuk mewujudkan Kebumen yang ramah anak dan perempuan. Siapapun yang nanti terpilih, kalian semua adalah pemenang,” pungkasnya.
Pemilihan Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kebumen 2025 ini dinilai oleh empat dewan juri kredibel, yaitu dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Hj Nurjanah, SPdI, Dr Herniyatun SKep MKep SPMat, Novanda Alim SS MHum, dan dr Aris Eko Sulistiono MM.
Menurut laporan Kabag Kesra Setda Tjahjo Sambodo, dari 142 peserta yang mendaftar seleksi administrasi dari berbagai SMA, SMK, dan MA, terpilih 132 peserta untuk tes tulis, dan 40 peserta lolos ke tahap wawancara. Akhirnya, 20 finalis dari 12 SMA/SMK/MA terbaik berkompetisi di grand final.
Para finalis berasal dari beragam sekolah di Kebumen, antara lain SMAN 1 Gombong, SMKN 1 Gombong, SMKN 1 Rowokele, SMAN 1 Kebumen, SMAN 2 Kebumen, SMAN 1 Prembun, SMKN 1 Ambal, MAN 3 Kebumen, MAN 4 Kebumen, MA Plus Nururrohmah, SMAN 1 Pejagoan, dan SMK Tamtama Karanganyar.









