Terjun ke Kedung Saat Banjir, Pelajar di Kebumen Terseret Arus
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 5 Des 2025
- visibility 408
- comment 0 komentar

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jasad korban. (Foto: BPBD Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pelajar SMKN 1 Alian, Ardan Fauril Afrianto (17), warga Desa Sawangan, Kecamatan Alian, meninggal dunia setelah terbawa arus saat mandi di Sungai Dekung, Desa Wonokromo, Kamis 4 Desember 2025. Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 22.30 WIB setelah melakukan pencarian selama beberapa jam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu korban mandi bersama delapan temannya di kawasan Curug Dukuh Tinatah Desa Wonokromo. Korban sempat naik ke atas batu lalu melompat ke bagian sungai yang dalam. Setelah terjun, korban tidak muncul kembali ke permukaan karena arus deras menyeret tubuhnya. Warga yang melihat kejadian langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Alian.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan bahwa korban datang ke lokasi sepulang sekolah. “Menurut keterangan saksi, korban langsung melompat ke kedung yang sedang banjir. Debit air tinggi membuat korban terseret arus. Teman-temannya sempat berusaha menolong namun tidak berhasil,” ujarnya, Jumat 5 Desember 2025.
Pencarian Terhambat Arus Kuat dan Kedalaman Sungai
Proses pencarian sempat terhambat arus kuat dan kondisi sungai yang dalam. “Tim SAR, BPBD, Inafis, Pamapta, Polsek Alian, dan warga menyisir aliran sungai. Hujan deras serta kedalaman mencapai 5–10 meter membuat pencarian berlangsung cukup berat,” tambahnya.
Petugas menemukan barang milik korban berupa sepeda motor, telepon genggam, tas, dan pakaian di sebuah saung sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Setelah penyisiran intensif, tim akhirnya menemukan tubuh korban tersangkut bebatuan di kedalaman sekitar 5 meter.
Polisi Pastikan Kematian Korban Murni Tenggelam
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka benturan benda tumpul akibat terbawa arus. Polisi memastikan kematian korban murni karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda kekerasan ataupun unsur pidana. Barang berharga korban juga dinyatakan lengkap.
Kompol Faris menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada musim hujan.
“Kami imbau orang tua untuk mengawasi anak-anak dan melarang mereka berenang saat debit air tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Polres Kebumen menyatakan akan terus meningkatkan edukasi terkait kawasan rawan bencana dan potensi bahaya sungai saat curah hujan meningkat.







Saat ini belum ada komentar