Wih Canggih!!! Gedung Teater Geologi Bakal Dibangun di Kawasan Geopark
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 23 Mei 2019
- visibility 2.325
- comment 0 komentar

Peneliti Utama LIPI Chusni Ansori menunjukkan singkapan Watu Kelir, bukti bahwa 81 juta tahun lalu kawasan itu merupakan dasar samudera dengan kedalaman 4.000 meter. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate) – Sebagai upaya pemerintah untuk percepatan pengentasan kemiskinan di Kebumen, melalui program pengembangan wisata, Pemkab Kebumen berencana akan membangun gedung teater geologi atau semacam bangunan planetarium di kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto saat menghadiri tarawih dan silaturahim (Tarhim) di Masjid Al Mutaqin di Kompleks Gedung Dakwah Aisiyah Kebumen, Jalan Arungbinang, Rabu (22/5/2019).
Wakil bupati menjelaskan, gedung teater itu merupakan sebuah tempat wisata yang di dalamnya akan menyajikan sebuah pertunjukan dengan konsep tentang alam semesta. Didukung dengan menggunakan visual 3D atau tiga dimesi, audio visual nantinya akan menjadi media informasi yang menceritakan tentang terbentuknya kawasan geologi Karangsambung yang sebelumnya dasar samudera hingga naik ke daratan menjadi pegunungan.
“Dengan demikian, para pengunjung nantinya dapat benar-benar melihat secara langsung proses naiknya lantai samudera hingga ke permukaan daratan,” ujar Arif Sugiyanto.
Tarik Wisatawan
Pembangunan tersebut, imbuh dia, nantinya diharapakan dapat menarik banyak wisatawan yang datang. Menurut Wabup langkah itu merupakan langkah yang strategis untuk mendongkrak kemajuan perkenomian masyarakat.
Lebih jauh Wabup juga kembali menegaskan bahwa Kebumen merupakan daerah termiskin nomor dua di Jateng. Kemiskinan di Kebumen masih menjadi persoalan krusial yang harus ditanggulangi secara sistematis, terpadu, efektif, efisien dan akuntabel.
Sejauh ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan kemiskinan. Salah satunya yaitu diterbitkan pemutakhiran basis data terpadu (PBDT) oleh tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K).
“Dengan sistem ini diharapkan bisa memberi hasil yang lebih akurat dan dapat dijadikan dasar untuk menyusun strategi percepatan penanggulangan kemiskinan baik di tingkat desa maupun di tingkat kabupaten,” tandasnya. (ndo)











Saat ini belum ada komentar