Perdalam Manajemen Sumberdaya Konstruksi, Mahasiswa Teknik Sipil UMNU Jelajahi Kota Tua Prembun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 8 Des 2025
- visibility 348
- comment 0 komentar

Para mahasiswa UMNU foto bersama di depan Stasiun Prembun. (Foto: Dok. KUPU Prembun)
PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Di bidang ilmu terapan seperti teknik sipil, memadukan teori dengan aplikasi di lapangan merupakan faktor penting untuk mendapatkan hasil optimal. Tigapuluh mahasiswa Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) mencoba menggali bagaimana konsep manajemen sumberdaya konstruksi diterapkan di masa lalu.
Berbagai bentuk bangunan sipil di kawasan Kota Tua Prembun menjadi obyek studi dalam observasi lapangan yang diadakan, Sabtu 6 Desember 2025.
Dosen pembimbing, Noor Adi Wibowo ST MEng menjelaskan bahwa pembelajaran dengan metode site visiting ini menjadi pelengkap pembelajaran teoritis yang sudah dilakukan di bangku kuliah. Mahasiswa diharapkan mendapatkan pemahaman bagaimana para insinyur sipil masa lalu menerapkan manajemen sumberdaya konstruksi yaitu money, man, material, machine, method (5M).
“Dengan menjelajahi kawasan ini, mahasiswa diajak masuk ke lorong waktu, melihat bagaimana pembangunan infrastruktur masa lampau benar-benar memperhitungkan semua elemen sumberdaya. Hal ini terbukti dengan keberadaan bangunan yang mampu bertahan dan masih dapat dijelajahi hingga sekarang,” jelas Noor Adi.

Mengunjungi Berbagai Bentuk Bangunan
Dalam kegiatan ini, mahasiswa dipandu oleh para pegiat heritage dari Komunitas Pusaka Prembun (KUPU), antara lain Aditya, Petrus Kurniawan dan Lyna Rahayu. Mereka diajak mengunjungi berbagai bentuk bangunan seperti komplek kawedanan, kawasan loji dan Stasiun Prembun.
Di tempat-tempat itu selain mendapatkan informasi mengenai sejarah pembangunan, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengamati detail bangunan, baik dari aspek konstruksi, fungsi maupun elemen estetikanya.
Selain mendalami aspek fisik, mereka juga diajak melacak jejak sejarah Pabrik Gula Prembun lewat berbagai mural ilustratif yang ada di Gang Pabrik.
“Perkembangan kota tua Prembun beserta berbagai bangunan yang ada hingga sekarang tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Suiker Fabriken Remboen atau Pabrik Gula Prembun. Karena itulah kami mengajak peserta untuk menyusuri sejarah pabrik gula yang ditampilkan di tembok sepanjang Gang Pabrik,” jelas Aditya.

Memberikan Refleksi Pembangunan Modern
Salah satu peserta, Syahrotun Nafiah mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran kali ini memberikan refleksi bahwa pembangunan modern seharusnya tidak hanya berorientasi pada kecepatan dan efisiensi semata, namun juga pada umur layanan dan ketahanan konstruksi untuk generasi yang akan datang.
“Memandang bahkan meraba dari dekat bangunan dari masa lalu menyadarkan saya bahwa pemahaman atas kualitas material, ketelitian perencanaan dan penerapan standar konstruksi di masa lalu sudah sangat maju,” aku Syahrotun.
Di sisi lain, Lutfiah Wulandari justru mendapat kesan yang mendalam dari aktivitas jelajah sejarah itu sendiri. Makin tahu Indonesia
Menurut Lutifah, “Mengulik kembali masa kejayaan Pabrik Gula Prembun bersama komunitas KUPU membuat saya mampu berimajinasi atas hadirnya masa kolonial di Kebumen, era yang dialami mbah Buyut saya.”
Lebih jauh Noor Adi menambahkan bahwa selain bangunan gedung dan air, ke depan ‘site visit’ juga akan dilaksankan di ragam bangunan sipil lainnya, misalnya infrastruktur irigasi, bendungan dan waduk.
“Kebumen memiliki beberapa bangunan air yang sangat ideal untuk dipelajari seperti Bendung Bedegolan, Kaligending, Waduk Sempor dan Waduk Wadaslintang. Ke depan studi lapangan juga akan mengarah ke obyek-obyek tersebut,” pungkas dosen penggemar travelling ini. (Sigit Tri Prabowo)







Saat ini belum ada komentar