Pencurian Sapi di Jembangan Terungkap, Pelakunya Tetangga Korban

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan berbicara dengan tersangka. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

PONCOWARNO (KebumenUpdate) – Satuan Reskrim Polres Kebumen berhasil mengungkap kasus pencurian dua ekor sapi milik Mariman (55) warga Desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno, Kebumen.  Empat orang tersangka ditangkap secara terpisah, Rabu 15 Januari 2020.

Hingga Senin 20 Januari 2020 para tersangka ditahan di Mapolres Kebumen untuk menjalani proses hukum.  Yang mengagetkan, tiga dari empat tersangka yang diamankan adalah tetangga satu desa korban. Tersangka Ponijo (51), Fathul Hadi (34), Subagyo (39) sama-sama warga Desa Jembangan. Sedangkan tersangka Heri Supriyanto (24) merupakan tetangga desa yakni Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso.

Bacaan Lainnya
Korban akan Beri Makan Sapi, Kandang Sudah Kosong

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Istanto saat konferensi pers mengatakan, kasus pencurian sapi terjadi Rabu 11 Januari 2020 dini hari. Mariman (55) sang pemilik sapi yang sedianya akan memberi pakan ternak sekira pukul 05.00 wib kaget karena kadangnya dalam keadaan kosong.

Dua ekor sapi yang masing-masing berusia 1,5 tahun dan 10 tahun hilang. Korban bersama keluarganya sempat mencari ke sekitar kandang namun tidak ditemukan. Selanjutnya peristiwa ini dilaporkan ke Polres Kebumen.

Dalam Aksinya, Empat Tersangka Berbagi Tugas
Para tersangka dikumpulkan sebelum dihadirkan dalam konferensi pers. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Dari hasil penyelidikan polisi, para tersangka mencuri dengan cara memaksa masuk ke kandang sapi dan membawa dua sapi milik korban. Kawanan pencuri ini membagi tugas masing-masing saat melancarkan aksi pencuriannya.

“Ada yang bertugas mengawasi lokasi sekitar, bertugas mengambil sapi, ada yang bertugas menuntun sapi, hingga mengangkut menggunakan truk,” jelas AKBP Rudy.

Sapi Dijual kepada Jagal Wonosobo Rp 12 Juta 

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, sapi yang telah dicuri dijualnya ke seseorang jagal di Wonosobo. Oleh tersangka sapi tersebut dijual dengan harga Rp 12 juta namun baru dibayarkan Rp 6 juta.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lain yang mungkin terlibat dalam pencurian ini,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 1e dan 4e KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan. (ndo)

Pos terkait