Program 100 Hari Kerja: Bupati Lilis Ajak Warga Kebumen Gemar Makan Ikan, Ini Alasannya
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 7 Mei 2025
- visibility 567
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan keseriusan dalam menekan angka stunting melalui program 100 hari kerja Bupati Lilis Nuryani.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Taman Kota, Kebumen, Rabu 7 Mei 2025.
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (LHKP) Kabupaten Kebumen ini dihadiri Bupati Lilis Nuryani, Sekda Edi Rianto, dan Ketua TP PKK Kebumen Nurjanah. Sebanyak 120 peserta dari lima desa/kelurahan dengan tingkat prevalensi stunting yang signifikan turut berpartisipasi.
Bupati Lilis Nuryani mengungkapkan bahwa tingkat konsumsi ikan di Kebumen saat ini masih berada di angka 22,37 kg per kapita per tahun, sebuah tantangan besar mengingat potensi sumber daya perikanan yang dimiliki.
“Angka ini perlu kita tingkatkan secara signifikan jika kita ingin mencapai target penurunan stunting menjadi 8,7% pada tahun 2025,” tegas Bupati Lilis.
Ia menjelaskan bahwa ikan merupakan sumber protein hewani dan omega-3 yang esensial dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
“Peningkatan konsumsi ikan adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.
Selain fokus pada aspek kesehatan, Bupati juga menyoroti potensi ekonomi dari sektor perikanan lokal.
“Dengan meningkatnya permintaan ikan, diharapkan sektor perikanan tangkap dan budidaya di Kebumen akan semakin produktif dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” kata Bupati.
Sementara itu Kepala DLHKP Asep Nurdiana merinci bahwa pemilihan lima desa/kelurahan sebagai peserta (Panjer, Tamanwinangun, Adikarso, Krakal, Patukrejo, dan Bonjokkidul) didasarkan pada data sebaran stunting di wilayah tersebut.
Sebagai langkah konkret, 120 paket makanan berbahan ikan dibagikan kepada peserta sebagai stimulus awal untuk meningkatkan konsumsi di tingkat rumah tangga.
“Kami berharap ini menjadi langkah awal yang terukur dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan,” tandasnya.










Saat ini belum ada komentar