Burnout Digital: Saat Lelah Tak Hanya Fisik tapi Mental Akibat Screen Time
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 11 Jun 2025
- visibility 1.932
- comment 0 komentar

Work Burnout. Image by Dimaberlinphotos
DI era digital saat ini, hampir semua aktivitas terhubung dengan layar; bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga bersantai. Tapi tahukah Anda bahwa terlalu lama menatap layar tanpa jeda bisa memicu burnout digital?
Burnout tak lagi identik dengan kelelahan kerja di kantor fisik. Kini, banyak orang mengalami kelelahan mental dan emosional akibat screen time yang berlebihan, bahkan saat bekerja dari rumah atau sekadar bersosialisasi via media sosial.
Gejala Burnout Akibat Screen Time
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Indenreng pafisindenreng.org PAFI Tenggara pafitenggara.org memberikan penjelasan bahwa burnout digital bisa dikenali dari tanda-tanda berikut:
- Merasa cepat lelah, meski aktivitas hanya dari layar
- Susah fokus dan sering menunda pekerjaan
- Mudah marah atau merasa hampa secara emosional
- Menghindari interaksi online, meski sebelumnya aktif
- Sakit kepala, mata lelah, atau leher kaku yang terus berulang
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan mental, kualitas kerja, dan hubungan sosial.
Cara Mengatasi Burnout Digital
-
Tetapkan Waktu Offline Harian
Jadwalkan waktu bebas layar, misalnya 1 jam sebelum tidur tanpa ponsel atau laptop. Gunakan waktu ini untuk membaca buku, berbincang langsung dengan keluarga, atau melakukan aktivitas fisik ringan. -
Gunakan Teknik Pomodoro
Bekerja selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit. Setelah 4 sesi, ambil istirahat lebih panjang. Teknik ini terbukti efektif mencegah kelelahan otak. -
Batasi Notifikasi Aplikasi
Nonaktifkan notifikasi dari aplikasi yang tidak mendesak. Ini membantu mengurangi rasa cemas dan kebutuhan untuk “selalu online.” -
Lakukan Digital Detox Berkala
Ambil satu hari penuh setiap minggu atau bulan untuk menjauh dari layar dan melakukan kegiatan yang menyeimbangkan tubuh dan pikiran. -
Berolahraga dan Perbanyak Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu melepaskan endorfin dan mengurangi stres akibat paparan digital terus-menerus.
Kesimpulan
Burnout akibat screen time adalah sinyal tubuh dan pikiran yang meminta jeda. Di tengah dunia yang serba digital, menjaga keseimbangan antara online dan offline adalah bentuk self-care paling relevan saat ini. Dengarkan tubuh Anda, atur ritme layar, dan beri ruang bagi diri sendiri untuk bernapas.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif. Jika Anda mengalami gejala burnout berkepanjangan, konsultasikan dengan psikolog atau profesional kesehatan mental.







Saat ini belum ada komentar