Anggota Mangkir, DPRD Kebumen Gagal Rapat Paripurna Penyampaian Raperda APBD 2025
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 15 Okt 2024
- visibility 1.156
- comment 0 komentar

DPRD Kebumen. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – DPRD Kebumen gagal melaksanakan rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kebumen tentang APBD Tahun Anggaran 2025, Senin 14 Oktober 2024.
Kegagalan rapat paripurna itu lantaran peserta rapat dari anggota dewan tidak kuorum. Hingga pukul 12.28 WIB baru ada 16 wakil rakyat dari total 50 anggota yang menandatangani daftar kehadiran atau baru 32 persen. Padahal agenda rapat paripurna dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB.
Adapun rapat dinyatakan kuorum jika dihadiri oleh 26 anggota dewan atau 50 persen plus 1 orang. Berhubung sampai pukul 12.00 WIB tetap tidak kuorum, Ketua Sementara DPRD Kebumen Muhammad Fauhan Fawaqi masuk ke ruang pleno dan mengumumkan kepada dewan dan tamu undangan yang hadir, termasuk para pejabat esekutif Pemkab Kebumen, menunda sampai batas waktu kemudian.
Baca Juga: Tiga Parpol Belum Serahkan Usulan Susunan Fraksi
Ketua Sementara DPRD Fauhan menyatakan bahwa berdasarkan asumsi masih ada waktu untuk menyelesaikan pembahasan Raperda APBD 2025. Pihaknya akan melobi para wakil rakyat untuk menjadwal kembali rapat paripurna.
Saat ditanya apakah penyebab tidak kuorum karena ekses pelaksanaan Pilkada 2024? Fauhan mengaku tidak tahu persis. Politikus PKB itu menyebutkan masih ada waktu untuk menyelesaikan pembentukan alat kelengkapan dewan maupun membahas APBD 2025.
Merugikan Semua
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kebumen Aden Andri Susilo menyampaikan bahwa jika keterlambatan pembahasan APBD tahun anggaran 2025 terus berlarut-larut maka pemerintah akan menggunakan Perkada.
“Jika deadlock kita menggunakan Perkada, yakni anggarannya tidak boleh melampaui APBD 2024. Tentunya ini akan merugikan semua.
Sementara itu, kabar banyaknya anggota dewan yang tidak menghadiri rapat paripurna mendapatkan tanggapan negatif dalam warganet. Banyak yang menyesalkan karena semestinya anggota dewan yang baru dilantik masih rajin-rajinnya.
Bahkan banyak yang meminta agar nama-nama anggota dewan dan asal partainya yang bolos rapat untuk dishare sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen yang memilihnya pada pemilu legislatif.
“Masih baru harusnya sedang rajin-rajinnya. Eh, kok malah mangkir. Apa nggak malu sama pemilihnya. Waktu minta dukungan rakyat kok rajin datang ke mana-mana,” komentar akun @ida***** di platform Instagram.







Saat ini belum ada komentar