Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Artikel » Sejarah RSUD dr Soedirman Kebumen, Bermula dari Zending Ziekenhuis Pandjoeroeng Tahun 1916

Sejarah RSUD dr Soedirman Kebumen, Bermula dari Zending Ziekenhuis Pandjoeroeng Tahun 1916

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 528
  • comment 0 komentar

RSUD dr Soedirman Kebumen yang kini menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah selatan Jawa Tengah memiliki sejarah panjang yang bermula lebih dari satu abad silam. Tepat pada 1 Januari 1916, rumah sakit ini mulai melayani pasien pertamanya dengan nama Zending Ziekenhuis Pandjoeroeng.

Seiring waktu, fungsi rumah sakit lama di kawasan Panjer dihentikan pada 2014 dan seluruh layanan dipindahkan ke kompleks baru RSUD dr Soedirman di Jalan Lingkar Selatan. Sejak itu, bangunan bersejarah tersebut perlahan terbengkalai.

Pada 2016, sebagian gedung diruntuhkan. Sementara di sisi barat, bekas pintu masuk utama kini dimanfaatkan sebagai Rumah Singgah Dosarasa untuk rehabilitasi sosial eks psikotik dan penyandang gangguan orang terlantar (PGOT).

Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun Teguh Hindarto dalam laman History and Legacy Kebumen, rumah sakit ini awalnya didirikan oleh badan Pekabaran Injil Belanda di bawah naungan Zending Van de Gereformeerde Kerken in Nederland (ZGKN). Gereja Friesland di Heeg mengutus Pendeta Bakker ke Kebumen pada 1901, kemudian dilanjutkan oleh Pendeta Van Dijk pada 1906.

Keputusan mendirikan rumah sakit diambil dalam Sidang Sinode di Leuwarden pada 1912. Tiga tahun kemudian, pembangunan dimulai di lahan dekat Stasiun Kebumen yang dibeli dari Pabrik Gula Remboen. Arsitek Polman menyusun desain kompleks bangunan, sementara pelaksana lapangan dibantu Zuidema.

Nama Pandjoeroeng diberikan langsung oleh Pendeta Van Dijk. Dalam bahasa Belanda, maknanya “jawaban doa” (verhooring, gebedsverhooring). Seperti ditulis dr Osterhuis, dokter pertama rumah sakit tersebut, dalam buku Schetsen en Herinneringen (1925), nama itu terpampang di fasad utama sebagai simbol perjuangan dan pengharapan.

Denah Zending Hospital Pandjoeroeng. (Dok. Teguh Hindarto)

Pembangunan Rumah Sakit Telan Biaya 70 Ribu Gulden

Pembangunan rumah sakit menelan biaya sekitar 70 ribu gulden, dengan tiga perempatnya ditanggung pemerintah kolonial, sebagaimana dilaporkan harian Bataviaasch Nieuwsblad edisi 22 September 1915. Pada Mei 1915, dr Osterhuis tiba di Kebumen, dan pada 1 Januari 1916, pasien pertama resmi dirawat.

Pasien itu adalah seorang perempuan bernama Mbok Minah, yang menderita tumor besar di perut. Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, operasi tetap dilakukan. Keberhasilan tindakan tersebut menjadi tonggak penting yang menumbuhkan kepercayaan diri tenaga medis kala itu. Kisah ini dicatat dr Osterhuis dalam tulisannya Het Zendinghospitaal te Keboemen (Teguh Hindarto, 2021).

Setelah dr Osterhuis, tongkat estafet diteruskan dr Vonk yang bertugas pada 1921–1927. Surat kabar De Locomotief (19 September 1927) menyebutnya sebagai ahli penyakit dalam sekaligus ahli bedah andal. Pada masanya, rumah sakit ditata mengikuti konsep medis modern (De Locomotief, 28 Februari 1930). Dokter berikutnya adalah dr Brummelkamp, yang pada 1930 juga diangkat sebagai asisten Prof Lesk di Hoogeschool Weltevreden (De Standaard, 16 November 1929).

Denah rumah sakit tahun 1918 yang dimuat dalam Het Zendingsblad Van De Gereformeerde Kerken menunjukkan fasilitas yang cukup lengkap untuk zamannya: poliklinik, ruang operasi, bangsal pria dan wanita, rumah direktur, asrama perawat, hingga rumah para asisten dokter. Menariknya, sebagian fungsi ruang tersebut masih dapat dikenali pada bangunan eks RSUD Kebumen hingga kini.

Memasuki usia 110 tahun, RSUD dr Soedirman bukan sekadar institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga saksi sejarah perjalanan panjang dunia medis di Kebumen. Berawal dari sebuah “jawaban doa” di masa kolonial, hingga berkembang menjadi rumah sakit modern yang melayani ribuan pasien setiap tahun. Makin tahu Indonesia

Tulisan ini disarikan dari tulisan Teguh Hindarto yang dimuat di laman History and Legacy of Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Perusahaan Tiongkok, Muhammadiyah Jateng Bakal Bangun Pabrik Alkes

    Gandeng Perusahaan Tiongkok, Muhammadiyah Jateng Bakal Bangun Pabrik Alkes

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.753
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Selain mengelola bisnis yang sudah ada seperti lembaga keuangan,  tour travel, konsultan perencana  konstruksi, hingga produksen bed pasien rumah sakit, Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah siap mengembangkan bisnis di bidang produksi peralatan kesehatan. Ketua MEBP PWM  Jawa Tengah Ir H Mohammad Yahya Fuad SE menyampaikan […]

  • LPBI NU Kebumen Gelar Aksi Penanaman Bakau dan Pelepasan Tukik

    LPBI NU Kebumen Gelar Aksi Penanaman Bakau dan Pelepasan Tukik

    • calendar_month Sab, 27 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) Kabupaten Kebumen menjadi tuan rumah dalam aksi penanaman 1.200 pohon bakau dan pelepasliaran 50 ekor anakan penyu (tukik) di Kawasan Konservasi Kaliratu Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Sabtu 27 Juli 2024. Hadir secara langsung yaitu Ketua LPBI PWNU Jateng Puji Wibowo, anggota DPRD […]

  • Borobudur Marathon 2025

    11.500 Pelari dari 38 Negara Ramaikan Borobudur Marathon 2025, Dorong Sport Tourism dan UMKM Jawa Tengah

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 353
    • 0Komentar

    MAGELANG (KebumenUpdate.com) – Borobudur Marathon 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang lari paling bergengsi di Asia setelah resmi menyandang predikat Elite Label. Status ini mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan provinsi ini sebagai ikon marathon dunia, sekaligus pusat sport tourism Indonesia. Gelaran yang berlangsung Minggu pagi 16 Nopember 2025 di kawasan Candi Borobudur itu […]

  • Unimugo

    Unimugo Gandeng Pemkab Kebumen, Ini Cakupan Kerjasamanya

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.912
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Universitas Muhammadiyah Gombong  (Unimugo)  menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Kerjasama tersebut dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan bertepatan dengan Upacara Hari Jadi ke-393 Kabupaten Kebumen, Ahad, 21 Agustus 2022 di Pendopo Kecamatan Prembun. Baca Juga: UNIMUGO Resmikan Pusat […]

  • Lomba Desa

    Tegas! Komisi A DPRD Kebumen Minta Tinjau Ulang Tahapan Lomba Desa

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.072
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menanggapi kegaduhan akibat penolakan pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan 2025 oleh para kepala desa, Komisi A DPRD Kebumen memanggil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kebumen untuk membahas permasalahan tersebut, Selasa 11 Februari 2025. Turut dihadirkan tim penilai dari unsur Inspektorat dan Dinas Kominfo Kebumen. Setelah melakukan pendalaman terhadap polemit tersebut, Ketua […]

  • Wisata di Sudut kota Kebumen

    Berwisata di Sudut Kota Kebumen, Begini Keseruannya

    • calendar_month Kam, 1 Jun 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 19.682
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com)  – Keposan merupakan sebuah kampong perkotaan di pusat keramaian Kebumen. Minggu  28 Mei 2023  lalu kawasan ini menjadi destinasi wisata budaya bagi 20 wisatawan yang datang dari Jakarta, Jogja dan Kebumen. Dipandu oleh biro wisata Milangkori mereka menyusuri gang kampung, mengunjungi berbagai tempat menarik serta mendengarkan kisah dari warga setempat. Rute wisata diawali […]

expand_less