Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Sejarah RSUD dr Soedirman Kebumen, Bermula dari Zending Ziekenhuis Pandjoeroeng Tahun 1916

Sejarah RSUD dr Soedirman Kebumen, Bermula dari Zending Ziekenhuis Pandjoeroeng Tahun 1916

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 1.009
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

RSUD dr Soedirman Kebumen yang kini menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah selatan Jawa Tengah memiliki sejarah panjang yang bermula lebih dari satu abad silam. Tepat pada 1 Januari 1916, rumah sakit ini mulai melayani pasien pertamanya dengan nama Zending Ziekenhuis Pandjoeroeng.

Seiring waktu, fungsi rumah sakit lama di kawasan Panjer dihentikan pada 2014 dan seluruh layanan dipindahkan ke kompleks baru RSUD dr Soedirman di Jalan Lingkar Selatan. Sejak itu, bangunan bersejarah tersebut perlahan terbengkalai.

Pada 2016, sebagian gedung diruntuhkan. Sementara di sisi barat, bekas pintu masuk utama kini dimanfaatkan sebagai Rumah Singgah Dosarasa untuk rehabilitasi sosial eks psikotik dan penyandang gangguan orang terlantar (PGOT).

Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun Teguh Hindarto dalam laman History and Legacy Kebumen, rumah sakit ini awalnya didirikan oleh badan Pekabaran Injil Belanda di bawah naungan Zending Van de Gereformeerde Kerken in Nederland (ZGKN). Gereja Friesland di Heeg mengutus Pendeta Bakker ke Kebumen pada 1901, kemudian dilanjutkan oleh Pendeta Van Dijk pada 1906.

Keputusan mendirikan rumah sakit diambil dalam Sidang Sinode di Leuwarden pada 1912. Tiga tahun kemudian, pembangunan dimulai di lahan dekat Stasiun Kebumen yang dibeli dari Pabrik Gula Remboen. Arsitek Polman menyusun desain kompleks bangunan, sementara pelaksana lapangan dibantu Zuidema.

Nama Pandjoeroeng diberikan langsung oleh Pendeta Van Dijk. Dalam bahasa Belanda, maknanya “jawaban doa” (verhooring, gebedsverhooring). Seperti ditulis dr Osterhuis, dokter pertama rumah sakit tersebut, dalam buku Schetsen en Herinneringen (1925), nama itu terpampang di fasad utama sebagai simbol perjuangan dan pengharapan.

Denah Zending Hospital Pandjoeroeng. (Dok. Teguh Hindarto)

Pembangunan Rumah Sakit Telan Biaya 70 Ribu Gulden

Pembangunan rumah sakit menelan biaya sekitar 70 ribu gulden, dengan tiga perempatnya ditanggung pemerintah kolonial, sebagaimana dilaporkan harian Bataviaasch Nieuwsblad edisi 22 September 1915. Pada Mei 1915, dr Osterhuis tiba di Kebumen, dan pada 1 Januari 1916, pasien pertama resmi dirawat.

Pasien itu adalah seorang perempuan bernama Mbok Minah, yang menderita tumor besar di perut. Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, operasi tetap dilakukan. Keberhasilan tindakan tersebut menjadi tonggak penting yang menumbuhkan kepercayaan diri tenaga medis kala itu. Kisah ini dicatat dr Osterhuis dalam tulisannya Het Zendinghospitaal te Keboemen (Teguh Hindarto, 2021).

Setelah dr Osterhuis, tongkat estafet diteruskan dr Vonk yang bertugas pada 1921–1927. Surat kabar De Locomotief (19 September 1927) menyebutnya sebagai ahli penyakit dalam sekaligus ahli bedah andal. Pada masanya, rumah sakit ditata mengikuti konsep medis modern (De Locomotief, 28 Februari 1930). Dokter berikutnya adalah dr Brummelkamp, yang pada 1930 juga diangkat sebagai asisten Prof Lesk di Hoogeschool Weltevreden (De Standaard, 16 November 1929).

Denah rumah sakit tahun 1918 yang dimuat dalam Het Zendingsblad Van De Gereformeerde Kerken menunjukkan fasilitas yang cukup lengkap untuk zamannya: poliklinik, ruang operasi, bangsal pria dan wanita, rumah direktur, asrama perawat, hingga rumah para asisten dokter. Menariknya, sebagian fungsi ruang tersebut masih dapat dikenali pada bangunan eks RSUD Kebumen hingga kini.

Memasuki usia 110 tahun, RSUD dr Soedirman bukan sekadar institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga saksi sejarah perjalanan panjang dunia medis di Kebumen. Berawal dari sebuah “jawaban doa” di masa kolonial, hingga berkembang menjadi rumah sakit modern yang melayani ribuan pasien setiap tahun. Makin tahu Indonesia

Tulisan ini disarikan dari tulisan Teguh Hindarto yang dimuat di laman History and Legacy of Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ferry Irwandi

    Militer Hukum dan Warga Sipil dalam Kasus Ferry Irwandi sebagai Preseden Demokrasi

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.861
    • 0Komentar

    KASUS dugaan tindak pidana yang menyeret nama aktivis sekaligus konten kreator Ferry Irwandi menjadi sorotan publik. Bukan semata karena sosok yang terlibat, tetapi juga karena aktor institusional yang turun tangan, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kehadiran sejumlah perwira tinggi TNI di Polda Metro Jaya untuk “berkonsultasi” terkait dugaan tindak pidana tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: bagaimana […]

  • Sejarah Kebumen

    Memahami Sejarah Awal Berdirinya Kebumen Secara Kronologis

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 23.061
    • 0Komentar

    Penulis: Setyo Adi Nugroho JAUH sebelum berstatus kabupaten, sekitar abad ke-17 (tahun 1600-an) Kebumen merupakan sebuah wilayah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Yogyakarta. Saat itu Kebumen masih dikenal dengan nama Panjer. Mataram Islam merupakan kesultanan besar yang kekuasaannya hampir mendominasi seluruh pulau Jawa. Hegemoni Mataram Islam di pulau […]

  • UDD PMI Kebumen Menerima Kunjungan BPOM Pusat

    UDD PMI Kebumen Menerima Kunjungan BPOM Pusat

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.432
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) -Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Kebumen menerima kunjungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat pada Jumat 13 Mei 2022 di aula markas PMI Kabupaten Kebumen. Hadir Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, Sekretaris PMI Kebumen Mukhsinun, Kepala UDD dr Hj Sri Fatmahwati, dan seluruh staf UDD. Sementara Tim Pemeriksa dari […]

  • Polres Kebumen

    Mengenal Ipda Axel, Personel Polres Kebumen yang Lanjutkan Studi di University of Leeds Inggris

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.955
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com)  – Mengenal lebih dekat sosok Ipda Axel Rizky Herdana STrK, personel Polres Kebumen yang mengikuti pendidikan luar negeri melalui beasiswa Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan RI. Nama Ipda Axel Rizky Herdana bukan sosok asing di Polres Kebumen, karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Kanit Pidana Umum dan Kanit Tindak Pidana […]

  • Rebranding Wisata Alam

    Rebranding Wisata Alam, Direksi Perhutani Touring Singgah di Pantai Menganti

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.400
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Perum Perhutani melakukan rebranding wisata alam melalui peningkatan kualitas produk dan pelayanan. Hal ini sesuai dengan program strategis Kementerian BUMN untuk mendorong brand image wisata yang dikelola Perhutani. Upaya tersebut dilakukan untuk menangkap peluang pasca pandemi Covid-19. Diperkirakan bakal terjadi ledakan pengunjung (rebound) ekowisata sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal. Untuk menanamkan pesan […]

  • Tari Kolosal dan 4.000 Porsi Nasi Penggel Meriahkan Hari Jadi Kebumen, Warga: “Terima Kasih Bupati”

    Tari Kolosal dan 4.000 Porsi Nasi Penggel Meriahkan Hari Jadi Kebumen, Warga: “Terima Kasih Bupati”

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Usai melaksanakan upacara Hari Jadi ke-396 di Pendopo Kabumian pada Kamis, 21 Agustus 2025, Bupati Lilis Nuryani beserta jajarannya dan rombongan tamu bergeser menuju panggung kehormatan. Di sana, mereka menyaksikan pentas tari kolosal yang dibawakan oleh 396 pelajar SMP. Bupati Lilis bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah dan Wakil Ketua DPRD […]

expand_less