Tantangan dan Harapan Perajin Lokal: Anyaman Pandan Pandanus Moeza di Kebumen Culture Fest 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 64
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kehadiran kerajinan lokal kembali mencuri perhatian publik dalam gelaran Kebumen Culture Fest 2026 yang berlangsung di Pendopo Kabumian.
Salah satu stan yang menarik minat pengunjung adalah Pandanus Moeza, usaha kerajinan anyaman pandan asal Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.
Bagi masyarakat Kebumen, daun pandan bukan sekadar tanaman yang tumbuh di tepian halaman dan ladang. Di tangan para perajin lokal, daun pandan menjelma menjadi lembaran-lembaran kehidupan yang bernilai seni tinggi.
Proses pembuatannya pun memerlukan ketelatenan tersendiri, mulai dari pemilihan daun terbaik, pengeringan, pemilahan, hingga dianyam dengan penuh kesabaran.
Usaha yang dikelola secara mandiri oleh Muzayanah ini memproduksi berbagai barang kebutuhan fesyen dan gaya hidup, seperti dompet, tas, hingga sandal.
Keunggulan produk Pandanus Moeza terletak pada proses pembuatannya yang serba manual menggunakan tangan (handmade) tanpa bantuan mesin, sehingga menghasilkan kesan yang lebih natural dan autentik.
“Kami memang mandiri, bukan dari kelompok. Alhamdulillah, tahun ini diundang lagi di Kebumen Culture Festival. Sebenarnya saya tadinya dari kelompok, tapi karena sudah lansia, biar yang muda-muda saja. Jadi saya bawa usaha sendiri,” ujar Muzayanah saat ditemui di lokasi pameran.
Berkat kualitas dan keunikan desainnya, jangkauan pasar produk anyaman ini telah menembus kancah internasional, meluas hingga ke Malaysia dan Australia.
Menariknya, dengan kualitas ekspor tersebut, produk-produk Pandanus Moeza tetap ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, yakni bervariasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per buah.
Di tengah persaingan kerajinan pandan yang kian kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Tasikmalaya dan Jogja—meskipun bahan mentahnya banyak disuplai dari Grenggeng—Muzayanah tetap optimis. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpelaku usaha lokal.
Dalam menjalankan usahanya, Muzayanah turut memberdayakan perajin sekitar secara fleksibel, yakni berdasarkan volume pesanan yang masuk. Ia berharap ke depannya para perajin anyaman dapat terus bermitra dan saling mendukung.
“Harapan-harapan dari kami itu ya sama-sama pengrajin anyaman bermitra. Ketika ada kekurangan bisa memesan ke pelaku lain, intinya kolaborasi,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung atau memesan produk kerajinan tangan ini, Pandanus Moeza berlokasi di Grenggeng, RT 05 RW 06, Karanganyar, Kebumen.
Informasi lebih lanjut dan pemesanan dapat melalui akun Instagram @muzayanah_yana serta Facebook Yana Muzayanah. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar