Magisnya Sendratari The Tales of Karangbolong: 150 Penari Hipnotis Ribuan Penonton di Pembukaan Kebumen Fest 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pementasan kolosal Sendratari The Tales of Karangbolong: Kidung Pangeran Surti yang melibatkan 150 penari sukses memeriahkan pembukaan Kebumen Fest 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Penampilan spektakuler ini merupakan pementasan keempat setelah sebelumnya sukses digelar di malam pergantian tahun, TMII, dan di Karangbolong.
The Tales of Karangbolong yang telah terdaftar secara resmi dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) mengisahkan legenda perjalanan Pangeran Surti.
Sang Pangeran berjuang mencari sarang burung walet demi menyembuhkan permaisuri dari kutukan Raja Buto, di mana dalam pengelanaannya ia dibantu oleh Lutung Kasarung hingga bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul di pesisir selatan.
Pertunjukan ini tampil dengan koreografi dan konsep baru hasil kolaborasi konseptor sekaligus penulis naskah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika (anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), sutradara Bathara Saverigedi, koreografer Swargaloka, serta tim pelatih asal Kebumen, Satria Kembar.
Seluruh tarian dibawakan dengan apik oleh 150 penari anak-anak Kebumen yang telah melalui proses seleksi jauh-jauh hari.
Menanggapi pementasan yang sudah ketiga kalinya ini, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika mengungkapkan bahwa tantangan utamanya adalah bagaimana terus menghadirkan inovasi dan kesegaran di setiap pertunjukan.
“Tantangan terbesar kami adalah bagaimana terus menyajikan bentuk penayangan dan sentuhan artistik yang selalu baru di setiap pementasan, mengingat The Tales of Karangbolong ini sudah beberapa kali dipentaskan sehingga penonton harus selalu mendapatkan pengalaman visual yang segar,” ujar dr. Faiz.
Di sela-sela pertunjukan, dilakukan pelepasan lampion dalam jumlah kecil untuk menyambut Festival Lampion yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus mendatang.
Sebelum Kebumen Fest dibuka secara resmi oleh Bupati melalui pemukulan gong, rangkaian acara diawali dengan Night Street Carnival yang mengambil rute dari Tugu Lawet menuju Alun-Alun Pancasila.
Karnaval meriah ini diikuti oleh 18 kontingen dari berbagai daerah, meliputi Wonosobo, Solo, Semarang, Jember, Magelang, Bali, Banyuwangi, hingga kontingen penutup dari Sampang, Madura.
Kemeriahan acara pembukaan ini turut menuai gelombang apresiasi dan testimoni hangat dari warganet di media sosial.
Secara umum, para penonton mengaku sangat terhibur oleh penampilan para peserta yang dinilai keren, termasuk pujian khusus terhadap aksi penutup dari kontingen Madura.
Nuansa kemeriahan malam itu bahkan sukses menghadirkan kesan tersendiri bagi masyarakat, dengan ungkapan bahwa suasana Kebumen terasa seperti di Bali, berpadu dengan decak kagum warganet yang memuji kesuksesan acara secara keseluruhan.
Sejumlah warga juga mengaku terpesona sekaligus dikejutkan oleh kemunculan properti naga yang megah dalam pertunjukan, serta menilai bahwa kemeriahan karnaval dan sendratari tersebut sangat disayangkan jika dilewatkan.
Dukungan dan rasa bangga masyarakat juga tercurah melalui ragam komentar bernada lokal seperti “Kebumen ndue gawe”, diiringi antusiasme tinggi agar festival serupa dapat dijadikan agenda rutin yang hadir setiap tahun.
Dari sudut pandang partisipan dan pelaku ekonomi, perwakilan kesenian asal Banyuwangi menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan ramah warga Kebumen dan berharap dapat kembali diundang.
Sementara itu, sektor UMKM lokal seperti pedagang bakso turut merasakan langsung dampak positif dari keramaian acara, di mana dagangan mereka ludes terjual dengan cepat berkat membludaknya jumlah pengunjung. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar