Kasus HIV/AIDS Tertinggi di Jateng, Begini Kata Bupati Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 7 Mei 2022
- visibility 2.235
- comment 0 komentar

Ilustrasi HIV/AIDS. Foto: Canva
KEBUMEN (LebumenUpdate.com) – Selain tingginya angka kemiskinan, Kabupaten Kebumen juga memiliki pekerjaan rumah untuk menangani tingginya angka orang dengan HIV/AIDS. Bahkan kasus HIV/AIDS di Kebumen masih menduduki angka tertinggi di Jawa Tengah.
Terkait data kasus AIDS di Kebumen yang masih tertinggi di Jateng pada 2022 ini, Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto mengaku bahwa persoalan itu menjadi pekerjaan rumah. Namun tingginya kasus bisa terjadi karena petugas KPA Kebumen sangat aktif melakukan tracking orang-orang yang rentan terinveksi HIV. Sehingga HIV/AIDS yang layaknya fenomena gunung es cepat terungkap kasusnya di Kebumen.
“Saya melihat ini petugas kita sangat aktif melakukan tracking, seperti mereka pasangan yang ingin menikah kan harus test kesehatan, apakah ada indikasi kena AIDS atau tidak. Kemudian para pekerja dari luar/dalam juga harus ditest dulu kesehatannya. Selain itu upaya pencegahan juga terus dilakukan dengan edukasi dan segala macam,” ucap Bupati saat silaturahmi dan halal bihalal bersama (ODHA) dan Anak Dengan HIV AIDS (ADHA) di Pendopo Kabumian, Jumat 6 Mei 2022.
Baca Juga: Tiga Bocah dan Satu Lansia Meninggal Akibat Tenggelam
Kegiatan itu turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kebumen Iin Windarti Sugiyanto dan sejumlah pimpinan OPD.
Bupati prihatin dengan banyaknya kasus HIV-AIDS di Kebumen yang rata-rata adalah anak muda. Bahkan, sempat ditemukan pelajar yang sudah terkena AIDS. Hal ini kata Bupati, menjadi catatan penting, terutama pihak keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjun dalam dunia bebas.
“Orangtua bisa menguatkan karakternya dengan cara pendidikan keagamaan. Kuatkan pendidikan karakter anak-anak sedini mungkin dengan nilai-nilai agama. Karena apa? Sekarang anak-anak dua tahun sudah pegang handpone, kalau tidak sampai diawasi, maka ini bisa membahayakan,” jelasnya.
Hilangkan Stigma
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meminta ODHA tidak langsung dikatakan sebagai aib yang harus dikucilkan. HIV/AIDS merupakan penyakit yang membutuhkan dukungan dari orang sekitar. HIV ini tidak menular hanya dengan berbicara dengan pengidapnya, tetapi melalui hal-hal lain, seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik dan hal-hal negatif lainnya.
“Hilangkan stigma semacam ini, yang harus kita jauhi itu virusnya, bukan orangnya,” ujar Bupati.
Baca Juga: IOH Catat Video Call Naik 43 % Saat Lebaran 2022, Ini Kenaikan Penggunaan Medsos dan Mobile Gaming
Bupati meminta agar ODHA mereka tidak dijauhi, melainkan harus dirangkul, dilindungi, dan ditangani pengobatannya. Sebab, ketika tidak ditangani, justru dikhawatirkan malah menyebar ke orang lain lantaran tidak ada pendampingan.
“Nah di Kebumen ini total ada 2.100, yang tercatat ada 1.775 pengidap HIV/AIDS. Mereka-mereka ini harus kita rangkul agar mereka tertangani dengan baik, tidak depresi dan melakukan tindakan yang frontal. Ini yang penting,” ucap Bupati.
Bupati menegaskan, yang terpenting dalam menyikapi persoalan HIV/AIDS adalah penanganannya. Pemerintah harus benar-benar hadir kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang bahaya seks bebas yang bisa menimbulkan HIV/AIDS, dan menangani bagi mereka yang sudah terkena.







Saat ini belum ada komentar