Lima Anaknya Tinggal di Luar Kota, Rumah Ambruk Pun Yudianto Tak Berdaya

  • Whatsapp
Sedulur Kebumen
Salah satu atap rumah jebol. (Foto: Padmo KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di usianya yang sudah senja, Yudianto (74) tinggal sendirian di rumahnya di kawasan padat penduduk Kampung Keposan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen

Berdasar pengakuannya, lima orang anaknya tinggal di sejumlah kota yang berbeda, yakni Surabaya, Semarang dan Surakarta. Namun sudah lama dia tidak berkabar. Bahkan nomor kontaknya saja dia sudah tidak punya.

Berita Lainnya

Atap Rumah Ambruk Sejak Enam Bulan Lalu

Rumah milik warga keturunan Tionghoa ini sebenarnya cukup luas, yakni ukuran 7×14 meter. Namun sejak setengah tahun lalu, atap rumah yang dibangun tahun 1970 tersebut ambruk.

Hampir 80 % atap rumah tersebut ambruk. Hanya tersisa sedikit ruangan yang masih beratap meski kondisi kayu juga tampak lapuk dan sangat membahayakan. Meski tidak kayak huni, namun Yudianto masih bertahan tinggal di rumah tersebut.

Jangan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja dia kesulitan. Apalagi sekitar dua bulan terakhir dia tidak bekerja sebagai buruh di pabrik kecap Mliwis. Tangan kanannya bengkak dan harus menjalani operasi.

“Was-was sebenarnya, tapi bagaimana lagi kondisinya memang seperti ini,” ujar Yudianto.

Bedah Rumah dari Komunitas Sedulur Kebumen
Sedulur Kebumen
Kapolres dan Dandim 0709 Kebumen ikut survei. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sebenarnya rumah ini akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni dari pemerintah tahun 2021. Namun, karena kondisinya yang kmemprihatinkan memantik kepedulian Komunitas Sedulur Kebumen untuk memperbaiki rumah tersebut.

Para pegiat Komunitas Sedulur Kebumen bersama Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahaya Kurniawan, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawiranegara Matondang meninjau langsung ke rumah tersebut.

“Rencananya, rumah tersebut akan mulai diperbaiki Senin (19/10) mendatang,” ujar sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan di sela-sela survei.

Mulai Turun Hujan, Bedah Rumah Dipercepat
Sedulur Kebumen
Kondisi rumah sangat tidak layak huni. (Foto: padmo-KebumenUpdate)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahaya Kurniawan menyampaikan rehab rumah segera dilakukan mengingat saat ini sudah mulai turun hujan.

“Melihat kondisi atap yang ada sangat membahayakan, maka akan dilakukan perbaikan dengan segera,” ujar AKBP Rudy Cahaya.

Dandim 0709 Letkol Kav MS Prawiranegara Matondang mengapresiasi Sedulur Kebumen yang melakukan bedah rumah tidak layak huni. Kali ini bedah rumah yang ke-27 Hari.

“Ini sangat membantu warga yang mengalami kesulitan, terutama pada saat pandemi Covid-19,” tandasnya.

Apalagi kata Dandim, kegiatan ini memiliki semangat Pancasila tidak membedakan suku agama, ras, dan antar golongan.

“Pak Yudianto ini merupakan warga keturunan Tionghoa, namun tidak dibeda-bedakan dalam melaksanakan opoerasi,” tandasnya. (smn)

Simak Videonya;

Berita Terkait