Awal Penghujan, 22 Tanggul Jebol dan 230 Titik Longsor di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 5 Nov 2020
- visibility 1.326
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau perbaikan tanggul jebol di Sungai Telomoyo. (Foto: Humas Jateng)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Awal musim penghujan ini, banjir dan tanah longsor melanda Kebumen. Selain akibat sungai meluap, banjir disebabkan oleh banyaknya tanggul sungai yang jebol.
Plt Kepala BPBD Kebumen, Teguh Kristiyanto mengatakan, sampai saat ini sudah ada 22 titik tanggul jebol di Kebumen. Selain itu, juga terdapat 230 titik longsor di sejumlah daerah.
Salah satunya yang terparah adalah tanggul jebol di Sungai Telomoyo. Ada empat desa yang terdampak banjir. Tetapi yang parah di Desa Madurejo dan Sidobunder dan Kecamatan Puring.
“Yang mengungsi sekitar 2000 an, tapi saat ini sudah pulang semuanya. Tanggul juga ini kami kebut, agar segera selesai sehingga masyarakat aman,” kata Teguh Kristiyanto saat kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Prabowo, Selasa 3 Nopember 2020.
Lubangi Tanggul untuk Pengairan
Kepala Desa Madurejo, Ajar Dwiyono dan Kepala Desa Sidobunder, Sarno mengatakan, jebolnya tanggul yang mengakibatkan banjir dan ribuan warga mengungsi itu dikarenakan warga yang nekat melubangi tanggul untuk keperluan pengairan sawah.
“Untuk itu kami minta bantuan pompa air pak, yang bisa menyedot air dari sungai ke sawah. Itu jebol karena warga melubangi tanggul,” kata Ajar Dwiyono.
Ganjar pun terkejut dengan laporan itu. Dia meminta kades dan aparat setempat dapat mengedukasi warga untuk menjaga tanggul agar tidak terjadi bencana.
“Saya minta ini tidak boleh terjadi lagi. Ayo warga semuanya tolong dijaga tanggulnya,” kata Ganjar.
Usul Bantuan Pompa Air Kapasitas Besar
Terkait hal itu, Ganjar meminta ada solusi lain. Kades sudah mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan pompa air berkapasitas besar, dan menurutnya itu solusi bagus.
“Pak Lurah mengusulkan pompa, maka pak Bupati Kebumen tolong dibantu. Kalau tidak bisa, nanti kami juga ikut bantu, Kementerian Pertanian, CSR pasti bisa bantu. Tapi ini tolong menjadi perhatian, karena kalau itu dijaga, maka semuanya bisa aman,” tegasnya.
Musim Hujan, Percepat Penanganan Tanggul
Secara keseluruhan, Ganjar melihat penanganan banjir di Kebumen sudah sangat baik. Banjir yang menggenangi area pemukiman sudah surut dan ribuan pengungsi juga sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara, tanggul yang jebol di Desa Madurejo sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter juga sudah ditangani oleh Balai Besar Wilayang Sungai Serayu Opak (BBWS-SO).
“Saya minta dipercepat karena saat ini masih musim penghujan,” ucapnya seraya mengingatkan untuk semua warga terus siaga terhadap La Nina. (hms)







Saat ini belum ada komentar