Laut Belum Tercemar, Kualitas Garam Kebumen Jauh Lebih Baik
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 24 Sep 2019
- visibility 3.635
- comment 0 komentar

Bupati KH Yazid Mahfudz meninjau gudang pengolahan garam di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Selasa (24/9/2019). (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Wajibkan ASN Beli Garam Kebumen
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, mengatakan pihaknya akan mewajibkan ASN di Kebumen untuk membeli garam produksi masyarakat pesisir selatan. Hal ini dilakukan untuk membantu pemasaran pada petani garam.
“Kami akan buat edaran agar ASN membeli garam Kebumen untuk menjamin bahwa mereka bisa memproduksi dan pemasaran,” kata bupati.
Bupati mengungkapkan, kebutuhan garam di Kebumen mencapai 50.000 ton per tahun. Hal ini berdasarkan hitungan kasar, setiap satu orang dalam satu tahun diasumsikan mengkonsumsi garam rata-rata 4 kg dikalikan 1,3 juta penduduk Kebumen.
“Perlu kita upayakan agar masyarakat Kebumen bisa terpenuhi oleh orang Kebumen sendiri,” tegasnya.
Baca Juga: Petambak Udang Tinggalkan Genset Beralih Gunakan Listrik PLN, Seberapa Besar Keuntungannya?
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen La Ode Haslan, mengatakan bahwa Kebumen memiliki panjang garis pantai lebih kurang 57,5 km yang potensial untuk pengembangan tambak dan industri garam. Baik untuk garam konsumsi, industri, farmasi atau kesehatan dan kecantikan.
Apalagi air laut sebagai bahan baku utama pembuatan garam masih belum tercemar. Sehingga menghasilkan produksi garam dengan kualitas yang jauh lebih baik dari produksi daerah lain. Hal ini menjadikan kadar natrium klorida (Na Cl) mencapai 95,75 persen.
Kebumen sejak 2018 telah memiliki 12 kelompok usaha garam rakyat dengan 150 orang petambak garam yang tersebar di empat kecamatan. Yaitu Ambal, Mirit, Puring, dan Klirong. Dari empat kecamatan itu mampu memproduksi garam sebesar 36,5 ton. (ndo)







Saat ini belum ada komentar