Breaking News
light_mode
Beranda » News » Petambak Udang Tinggalkan Genset Beralih Gunakan Listrik PLN, Seberapa Besar Keuntungannya?

Petambak Udang Tinggalkan Genset Beralih Gunakan Listrik PLN, Seberapa Besar Keuntungannya?

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
  • visibility 3.958
  • comment 0 komentar

KebumenUpdate. Para pengusaha tambak udang di pesisir selatan Kebumen semakin banyak yang meninggalkan mesin diesel dan beralih menggunakan listrik PLN untuk menggerakkan kincir maupun menghidupkan pompa airnya.

Seperti dilakukan oleh para pengusaha tambak udang di Desa Wiromartan dan Lembupurwo Kecamatan Mirit. PT PLN (Persero)  Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kebumen melakukan penyambungan baru terhadap enam pelanggan, Jumat (5/4/2019).

“Melalui program penyambungan ‘One Day Services’  tersebut total menyalurkan daya sebesar 204.400 VA,” ujar Manager PLN UP3 Cilacap, Ahmad Mustaqir di sela-sela penyambungan baru.

Biaya Lebih Murah

Dibandingkan genset berbahan bakar minyak , penggunaan listrik lebih efektif dan efisien. Dalam satu petak tambak, jika menggunakan solar bisa menghabiskan  lebih dari Rp 3 juta/bulan. Jumlah itu belum termasuk penggantian oli dua kali dan suku cadang. Sedangkan jika menggunakan listrik PLN  biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 1,5- Rp 1,7 juta.

“Efisiensinya bisa mencapai 35-50 %, ” ujar Mustaqir didampingi Manager ULP Kebumen, Teguh Suprabowo dan Koordinator Yandal ULP Kebumen Goenoto.

Mustaqir menegaskan bahwa dari sisi keandalannya, pihaknya berkomitmen untuk pelayanan kepada pelanggan dengan menugaskan tim yang piket 24 jam. Sehingga jiwa sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik bisa langsung ditangani.

Pengusaha tambak udang Novi Fredy Irawan (49) mengapresiasi kecepatan pelayanan penyambungan baru listrik bagi petambak udang. Adapun listrik PLN digunakan untuk menggerakkan kincir, menghidupkan lampu dan pompa air.

“Kami berharap jika terjadi trobel pelayanan bisa dilakukan  cepat. Karena listrik mati selama satu jam sangat rawan terhadap udang,” ujar Novi Fredy yang memasang daya 66 KVA.  (nin)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Ngamuk di Bank Danamon, Ternyata Ini Penyebabnya

    Pemuda Ngamuk di Bank Danamon, Ternyata Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.421
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Motif pemuda bernama Sabar (18) warga Desa Banyurata Kecamatan Adimulyo Kebumen yang ngamuk di Kantor Bank Danamon Kebumen akhirnya terungkap. Jika sebelumnya pemuda itu memilih diam saat diperiksa penyidik Polsek Kebumen, dia akhirnya mau menceritakan mengapa dia sampai melakukan penyerangan terhadap Satpam di bank yang berada timur Tugu Lawet tersebut. Sabar Mengaku […]

  • Geofest 2025 Resmi Dibuka di Kebumen, Ajak Dunia Lestarikan Bumi

    Geofest 2025 Resmi Dibuka di Kebumen, Ajak Dunia Lestarikan Bumi

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sambutan hangat, “Selamat datang di Kebumen, tempat di mana batu pun bisa berbicara tentang sejarah,” dari Bupati Lilis Nuryani secara resmi membuka hajatan akbar The 6th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2025 di Pendopo Kabumian, Rabu 9 Juli 2025. Selama empat hari, mulai tanggal 9 hingga 12 Juli 2025, Kebumen akan […]

  • Penerbangan Internasional

    Pembukaan Kembali Penerbangan Internasional dari Bandara Ahmad Yani, Dongkrak Perekonomian Jawa Tengah

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.216
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali melayani penerbangan internasional, Jumat, 5 September 2025. Saat ini baru melayani rute Semarang-Malaysia dan dalam waktu dekat akan melayani rute Semarang-Singapura. Bahkan ke depan sedang dipersiapkan rute ke China dan Jeddah. Masyarakat menyambut antusias penerbangan international tersebut. Hal itu terlihat jumlah 180 seat penerbangan perdana Semarang-Kuala […]

  • Bangunan Cafe Ambruk

    Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Resto di Mirit Kebumen, Tiga Pengunjung Terluka

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 664
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Hujan deras disertai angin kencang merobohkan bangunan lantai dua sebuah rumah makan di Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Senin 2 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga pengunjung mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis setelah tertimpa material bangunan yang ambruk. Peristiwa terjadi di sebuah warung makan yang berada di Jalur […]

  • BKPSDM dan Kecamatan Puring Juarai Pengawasan Kearsipan Internal Kebumen 2025

    BKPSDM dan Kecamatan Puring Juarai Pengawasan Kearsipan Internal Kebumen 2025

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 436
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen mengumumkan hasil Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025 pada acara Gelar Pengawasan Kearsipan Daerah (Larwasipda) yang berlangsung di Pendopo Kabumian, Selasa 18 November 2025. Dalam kategori Perangkat Daerah, BKPSDM berhasil meraih Juara I dengan nilai 95,92, diikuti oleh Badan Kesbangpol sebagai Juara II (95,74), dan Sekretariat Daerah sebagai Juara III (95,63). […]

  • 11 Pemuda Diamankan Sebelum Aksi Perang Sarung, Barang Bukti Berisi Pemberat

    11 Pemuda Diamankan Sebelum Aksi Perang Sarung, Barang Bukti Berisi Pemberat

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.945
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah 11 pemuda diamankan Polsek Alian dan Polsek Kebumen karena diduga akan melakukan perang sarung, Sabtu 16 Maret 2024. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan, para pemuda itu diamankan berdasarkan laporan dari masyarakat. Sebelum perang sarung terjadi dan memakan korban, aparat kepolisian telah membubarkan kurang lebih 50-an […]

expand_less