Pembukaan Kembali Penerbangan Internasional dari Bandara Ahmad Yani, Dongkrak Perekonomian Jawa Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 8 Sep 2025
- visibility 1.199
- comment 0 komentar

Inaugural Flight (penerbangan perdana) rute Semarang-Kuala Lumpur maskapai AirAsia dari Bandara Ahmad Yani Semarang. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali melayani penerbangan internasional, Jumat, 5 September 2025. Saat ini baru melayani rute Semarang-Malaysia dan dalam waktu dekat akan melayani rute Semarang-Singapura. Bahkan ke depan sedang dipersiapkan rute ke China dan Jeddah.
Masyarakat menyambut antusias penerbangan international tersebut. Hal itu terlihat jumlah 180 seat penerbangan perdana Semarang-Kuala Lumpur maskapai AirAsia yang terisi penuh. Kondisi yang sama juga terjadi pada lima hari ke depan. Bahkan sejak penjualan tiket dilayani pada 17 Juni, tercatat per 2 September 2025, tiket yang sudah terjual 8.553 seat. Sementara per Kamis, 4 September 2025, bertambah menjadi 9.073 tiket terjual.
Budi Nugroho, warga Semarang mengaku mengetahui jadwal penerbangan internasional dari Bandara Ahmad Yani ke Kuala Lumpur melalui media sosial. Tanpa pikir panjang, ia pun segera antre tiket yang disediakan maskapai AirAsia sejak jauh hari.
“Kemarin tahu dari media sosial. Kami ingin mencoba karena sebelumnya penerbangan harus transit dulu ke Jakarta baru terbang ke Kuala Lumpur. Ini bagus sekali menurut saya,” tutur Budi yang mengajak istri dan dua anaknya berlibur ke Malaysia.
Ia menyebut, penerbangan langsung dari Semarang ke luar negeri cukup menghemat waktu. Ke depan, Budi berharap rute ke negara lain juga dibuka untuk memudahkan mobilitas, baik untuk bisnis maupun berlibur.
“Jadi supaya nanti wisatawan dari negara-negara tersebut bisa masuk ke sini. Kita pun kalau mau ke luar negeri juga dipermudah dengan dibukanya lagi penerbangan internasional ini,” imbuhnya.
Senada diungkapkan tiga sahabat asal Semarang, Vina, Riyan, dan Tika. Mereka sudah merencanakan liburan begitu mengetahui informasi dari Instagram. “Sangat bagus sekali, itu memang sudah jadi harapan kami sejak pandemi,” ungkap Vina mewakili teman-temannya.
Wisatawan asal Barcelona, Guilian menyebutkan bahwa penerbangan langsung memudahkan turis berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya. “Saya sudah 10 hari di Jawa Tengah, dan kini mau ke Malaysia. Ini penting untuk turis, sehingga bisa berkeliling pulau dan berpindah lagi,” tuturnya.
Ia mengatakan, selama sepuluh hari di Jateng sempat menikmati keindahan tropis Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Menurutnya, Jateng diberkahi bentang alam pegunungan vulkanik dan pantai yang indah.
Kembalikan Status Sebagai Bandara Internasional

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi maupun Wakil Gubernur Taj Yasin berharap rute international membuka jalur pariwisata dan bisnis dari mancanegara langsung ke Jateng, sehingga denyut ekonomi semakin kencang.
Sebagaimana diketahui, status internasional pada Bandara Jenderal Ahmad Yani sempat diganti menjadi domestik pascapandemi Covid-19. Bandara ini hanya melayani penerbangan antarkota di Indonesia.
Mengetahui hal itu, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin langsung memprioritaskan pengembalian status Bandara Ahmad Yani menjadi international. Gubernur yang dikenal dengan slogan Ngopeni Nglakoni itu beberapa kali melobi ke pusat.
Kinerja Ahmad Luthfi dan Tak Yasin membuahkan hasil, status internasional pun disematkan kembali pada Bandara A Yani Semarang. Hal ini dikukuhkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 37 Tahun 2025.
Dijadikannya Bandara Ahmad Yani sebagai bandara international tentu menjadi hal yang penting. Pasalnya, pintu pariwisata dan perekonomian menjadi lebih terbuka dan bergeliat. Wisatawan dari luar negeri akan semakin mudah untuk ke Jawa Tengah. Potensi pariwisata di Jawa Tengah seperti Karimunjawa, Borobudur, Dieng, Kota Lama Semarang, dan lain-lain, menjadi semakin dilirik untuk disambangi.
Penerbangan internasional ini memiliki dampak positif. Pelaku usaha sudah menunggu-nunggu. Pun wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Ahmad Luthfi dan Taj Yasin berharap hal ini bisa berdampak pada peningkatan pariwisata dan ekonomi di Jawa Tengah.
Dongkrak Perekonomian Jateng Melalui Bisnis dan Pariwisata

Sementara itu, pada Inaugural Flight (penerbangan perdana) rute Semarang-Kuala Lumpur dari maskapai AirAsia diharapkan dapat mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah, baik melalui sisi bisnis maupun pariwisata.
“Alhamdulillah, kursi penerbangan ke Malaysia terjual penuh hingga lima hari ke depan. Insyaallah ini akan berlanjut. Kami bertanya pada para penumpang, mereka menunggu betul supaya lebih mudah ketika mau berlibur ke Malaysia maupun dari Malaysia datang ke Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin.
Untuk menangkap peluang tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng pelaku wisata dan dunia usaha untuk mempromosikan destinasi wisata dan kawasan industri. Dua hal ini, menurut Taj Yasin, faktor yang ingin ditingkatkan dari penerbangan langsung Semarang–Kuala Lumpur atau sebaliknya.
“Kita menawarkan bukan hanya wisata dengan destinasinya saja, tetapi juga menawarkan beberapa kawasan industri. Jadi tidak hanya pelancong saja, tetapi juga pengusahanya datang ke Jawa Tengah untuk investasi di Jateng,” ungkapnya.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama AirAsia Indonesia, Achmad Sadikin, mengungkapkan, rute penerbangan Semarang–Kuala Lumpur dilayani menggunakan armada Airbus A320. Pesawat buatan Prancis tersebut berkapasitas 180 penumpang, dengan jadwal pemberangkatan tujuh kali dalam seminggu.
Ia menjelaskan, jadwal penerbangan dari Malaysia ke berbagai daerah di Indonesia cukup diminati. Terkait rencana penambahan frekuensi dan rute baru dari Semarang, menurut Achmad Sadikin, akan dilakukan assessment awal terhadap animo masyarakat pengguna maskapai.

“Biasanya setelah pengumuman, kami melakukan kajian assessment selama tiga bulan, baik dari sisi keselamatan maupun komersial. Penjualan tiket biasanya dibuka sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya. Insyaallah kami sudah melihat frekuensi di Jawa Tengah cukup besar, sehingga apabila nanti dibutuhkan kami akan menambah frekuensinya,” paparnya. Makin Tahu Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengaku siap mendukung upaya dari Pemprov Jateng. Hal itu dilakukan dengan promosi pariwisata juga aplikasi pembayaran nontunai QRIS Cross Border, yang kini telah menjangkau Malaysia, Thailand, dan Singapura.
“Bank Indonesia tentunya mendukung peningkatan pariwisata maupun kunjungan investasi. Yang paling besar cross border ada di Malaysia Rp1,15 triliun. Kemudian di Thailand sekitar Rp400 miliar, dan di Singapura sekitar Rp77 miliar. Insyaallah ke depan kami sedang menjajaki dengan Jepang dan Tiongkok,” ungkap Rahmat.







Saat ini belum ada komentar