Ini Catatan Tim Mabes Polri Terhadap Penyaluran Bansos di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 22 Sep 2022
- visibility 2.492
- comment 0 komentar

Tim BLT-D Satgassus TPK Pencegahan Mabes Polri foto bersama. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim BLT-D Satgassus TPK Pencegahan Mabes Polri telah selesai melakukan monitoring terhadap sistem penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kebumen. Ada tiga kecamatan yang dikunjungi, yakni Adimulyo, Sadang, dan Kebumen.
Ketua Tim BLT-D Satgassus TPK Pencegahan Mabes Polri Budi Agung Nugroho menjelaskan, dari hasil monitoring itu penyaluran bansos di Kebumen masih tergolong baik. Meski demikian, ada beberapa catatan untuk pembenahan agar Bansos dari segala jenis yang disalurkan pemerintah bisa lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Pemerintan Salurkan Bansos Rp 24,17 Triliun, Ini Jumlah Penerima BLT di Kebumen
Pertama terkait pendataan, masih ditemukan keluarga penerima manfaat (KPM) yang dobel dalam menerima bansos. Di sisi lain, ada juga beberapa masyarakat miskin, sebatang kara justru tidak mendapatkan bantuan. Hal ini karena data KPM masih mengacu dari data DTKS di Kemensos.
“Di beberapa desa di kecamatan yang kita jumpai masih ada yang seperti itu, masih banyak yang dobel penerimaan bansosnya, tapi ada juga masyarakat miskin yang seharusnya dapat bansos, tetapi tidak dapat,” ujar Agung saat ditemui di Pendopo Kecamatan Kebumen, Kamis 22 September 2022.
DTKS Perlu Pembaruan
Hal ini berbeda dengan Bansos BLTDD, penerima manfaat yang mendata adalah pemerintah desa. Sementara Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Bantuan Sosial Tunai (BST) BLT BBM masih mengacu dari DTKS.
“Jika BLTDD kan desa tahu mana warganya yang memang layak mendapat bantuan karena kriteria penentuannya ada di desa.







Saat ini belum ada komentar