5,7 Juta Warga Jawa Tengah Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis dari 1.836 SPPG
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 19 Okt 2025
- visibility 451
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi seusai meresmikan SPPG Polrestabes Semarang di Asrama Polisi Gedawang, Banyumanik. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 5.750.525 penerima manfaat telah menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Tengah hingga 16 Oktober 2025. Program ini menyasar siswa TK hingga SMK, santri pondok pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pemerintah pusat menggandeng daerah melalui pendirian 1.836 Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri atas SPPG Mitra, Polri, TNI, dan Pondok Pesantren.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pihaknya dalam mempercepat pelaksanaan program nasional ini.
“MBG adalah program pemerintah pusat yang harus kita dukung penuh. Akselerasi di Jawa Tengah terus kami lakukan,” ujar Ahmad Luthfi seusai meresmikan SPPG Polrestabes Semarang di Asrama Polisi Gedawang, Banyumanik, Jumat 17 Oktober 2025.
Pengawasan Ketat Melalui Satgas dan Posko Aduan 24 Jam
Pemprov Jateng membentuk Satgas MBG untuk mempercepat pendirian SPPG dan membuka posko pengaduan di kabupaten/kota yang beroperasi 24 jam. Gubernur juga memperketat pengawasan keamanan pangan di 101 SPPG pada 28 kabupaten/kota.
Selain itu, Pemprov mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Hingga kini, 83 dapur SPPG telah bersertifikat.
“Verifikasi SLHS penting untuk memastikan tidak ada anak yang terpapar atau keracunan. Ini sudah kami sosialisasikan ke seluruh daerah,” tegasnya.
Jawa Tengah Terbanyak Bangun SPPG Polri di Indonesia
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi terbanyak dalam pembangunan SPPG Polri. Dari 672 SPPG Polri nasional, 100 unit berada di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri meresmikan operasional 35 unit SPPG baru dan melakukan groundbreaking 27 SPPG tambahan.
“SPPG Polri di Jawa Tengah ditargetkan memberi manfaat bagi 400 ribu penerima dan menciptakan lapangan kerja bagi 5.000 orang,” kata Kapolri.
Standar Ketat Kualitas Gizi dan Keamanan Pangan
Kapolri mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar menerapkan SOP ketat higienitas, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
“Setiap makanan harus dicek kandungan gizinya dan diuji sebelum dibagikan. Pengawasan dilakukan hingga pascamakan untuk memastikan penerima aman,” tegas Listyo Sigit.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat, Program MBG diharapkan mampu memperkuat ketahanan gizi dan kesehatan generasi muda di Jawa Tengah. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar